Latest News

Mau Ganti Template Blog? Perhatikan Ulasan dan Tips ini Dulu!


Background

Masing-masing platform blog/website memiliki karakteristik tersendiri. Demikian pula template tips blog untuk mengganti template Blogger yang sempurna dan efisien.

Artikel ini aku bagi menjadi 2 Bagian:
  1. Karakteristik & Struktur Template Blogger serta Kaitannya Dengan SEO (you're here)
  2. Tips Mengganti Template Blog Secara Efisien dan Aman (coming soon...)

Karakteristik Template Blogger

Sebagaimana yang dulu telah aku sampaikan di dalam tips edit template Blogger, template blogger memiliki elemen-elemen pembangun menyerupai tag-tag HTML, CSS, Javascript, dan tag-tag XML Blogger. Semua elemen tersebut dimuat dalam satu file berformat XML. Jadi, semua fungsi pembangun sekaligus fungsi desain berada di dalam file yang sama. Itulah mengapa dikala anda mengganti template secara langsung, maka berubah pula semua struktur dan style tampilannya. Inilah yang disebut sebagai template. Sedangkan yang disebut sebagai theme (misalnya WordPress theme) terdiri dari beberapa file template, masing-masing berdiri sendiri (independen), namun saling mensugesti dikala dipanggil dalam sebuah tampilan halaman tertentu.

File-file khusus menyerupai isi post, isi widget, dan beberapa tampilan tertentu lainnya disimpan eksklusif dalam database di server Blogger. Perintah penampilannya menggunakan tag-tag XML khusus milik Blogger. Ada beberapa tampilan yang tidak bisa anda atur, karena merupakan setting default oleh Blogger dan kita tidak memiliki saluran ke server untuk mengeditnya. Sebagai teladan yaitu pesan status (status message) yang muncul di atas halaman label dan search, kita hanya bisa melaksanakan hack tampilan pesan status, namun tidak bisa mengubah isinya.

Itulah sebagian karakteristik penting dari template Blogger, yang nantinya cukup kuat dikala anda mengganti template blog.

Struktur Template Blogger dan SEO

Telah banyak wacana mengenai mana template yang SEO friendly dan mana yang tidak SEO friendly; kebanyakan didasarkan pada ada tidaknya meta tags (meta description, susunan title tag saja, namun yang jauh lebih penting adalah: STRUKTUR-nya.

Google search engine, melalui GoogleBot dan penerjemahannya ke dalam indeks, melihat sebuah struktur website dalam hasil akhirnya, tanpa styling, tidak menyerupai browser yang kemudian membaca dan menerjemahkan CSS sehingga struktur HTML kemudian "dihias" dan "disusun" berdasarkan aturan CSS. Apapun platform web/blognya, secanggih apapun itu, hasil akibatnya yaitu dalam bentuk HTML. Susunan HTML dimulai dari atas dan menuju ke bawah, tidak ada samping kanan dan kiri meskipun bisa ditulis demikian (untuk menghindari white space dan memperkecil ukuran file). Demikian pulalah Google membacanya. Search engine mengabaikan javascript, CSS, frame, flash, dan sejenisnya.
<HTML>
<HEAD>
</HEAD>
<BODY>
[beberapa tag division, span, paragraph, dll yang membangun struktur dan isi halaman]
</BODY>
</HTML>
Semua informasi meta ada di dalam elemen head, dan ini sudah cukup terperinci penggunaannya. Yang perlu diperhatikan yaitu bab yang ditampilkan sebagai halaman (tag body). Di dalam elemen body, terdapat banyak sekali tag HTML pembangun, misalnya division (div), span, dan paragraf (p). Logika membacanya yaitu dari atas ke bawah. Semakin ke bawah, semakin kecil nilai penting dan relevansi konten di dalam elemen tersebut. Urut-urutan elemen-elemen inilah yang menentukan nilai penting masing-masing elemen tersebut.

Tips Memilih dan Menggunakan Template Blog Pendukung SEO

Dari pembahasan ringkas di atas, dapat aku ambil beberapa poin sekaligus tips penting mengenai memilih struktur template yang mendukung SEO:
1. Search engine mengukur nilai penting suatu konten berdasarkan posisi tag HTML-nya; semakin awal semakin besar nilainya. Hindari penggunaan template yang meletakkan sidebar di posisi paling awal sebelum kontainer post, karena yang terbaca terlebih dahulu yaitu bab tersebut. Perhatikan gambar berikut:
Struktur Template Blogger
Secara sederhana, urutan tag HTML template A dan B pada sidebar dan post adalah:
Template A
Template B
<div class='sidebar'>
beberapa elemen widget
</div>
<div class='post-body'>
<data:post.body/>
</div>
<div class='sidebar1'>
beberapa elemen widget
</div>
<div class='post-body'>
<data:post.body/>
</div>
<div class='sidebar2'>
beberapa elemen widget
</div>


Telah terperinci bahwa elemen sidebar pada kedua template tersebut (sidebar dan sidebar1) akan dibaca lebih dahulu oleh search engine sebelum elemen yang bahwasanya jauh lebih penting: Post. Kaprikornus kesimpulannya sidebar di sebelah kanan jauh lebih baik karena akan terbaca belakangan setelah bagian/elemen post.

2. Sebagai alat navigasi, menu yaitu elemen yang biasanya dibangun dan diletakkan di atas atau di bawah elemen header (biasanya dalam div), ini berarti menu memiliki nilai penting yang cukup signifikan. Bagi pengunjung, menu merupakan alat navigasi dan eksplorasi. Bagi search engine, menu merupakan alat tumpuan menuju halaman terdalam lainnya, fungsinya untuk memperkuat deep linking. Apabila menu tersebut dibangun dengan menggunakan javascript murni atau flash, maka sudah barang tentu tidak akan terbaca oleh search engine.

Lihat apakah menu yang disisipkan ke dalam template berupa HTML atau javascript/flash, dan pertimbangkan penggunaan template tersebut. Jika perlu ganti dengan Menu HTML dan andalkan CSS untuk menawarkan desain dan efek. Menu yang memiliki struktur baik juga akan menawarkan kesempatan blog/web anda menerima Google Sitelinks.

3. Selain menu, lihat apakah sebagian besar widget dan elemen pelengkap lain yang menjadi satu paket dengan template di-generate menggunakan javascript. Apabila widget dan elemen pelengkap lain merupakan bab penting yang bersifat navigasional (seperti menu), hindari.

4. Meskipun footer links memiliki nilai dan relevansi paling rendah, karena posisinya paling bawah, namun dapat berefek buruk pada SEO apabila memuat link-link yang berbahaya dan spammy. Ada banyak template premium gratis yang mencantumkan link di footer. Apabila memuat link website pembuat template sih tidak masalah, itu atribusi penting dan wajib. Tapi apabila ada link-link lain sebagai link sponsor, dan biasanya merujuk ke website-website tidak relevan, affilasi, dan website yang diragukan kualitasnya, maka ini berbahaya. Jangan coba-coba menghapusnya, karena anda akan melanggar ketentuan pembuat template dan creative commons (attribution) yang digunakan. Lebih baik, jangan pakai templatenya.

Pikir Dua Kali Sebelum Ganti Template Blog

Kemajuan teknologi, khususnya dalam web design, telah memudahkan kita mengganti-ganti skin, theme, atau template web/blog; semudah membalik telapak tangan! Upload, save, dan voila! Blog telah berganti rupa (kalo widgetnya gak hancur, haha). Tetapi pernahkah terpikir bahwa ada efek besar, baik maupun buruknya? perhatikan beberapa poin faktual berikut:

1. Masih berkaitan dengan struktur dan SEO, Google telah mengenali struktur blog anda dan kemudian berpatokan pada susunan struktur tersebut, baik navigasi, susunan konten, widget dan lain sebagainya. Apabila anda mengganti template, maka Google harus mencoba mengenali lagi struktur gres blog anda, dan kemudian menentukan kembali bagian-bagian terpentingnya. Ini proses yang tidak cepat.

2. Apabila template blog gres tidak memiliki kriteria struktur yang lebih baik dari template lama, maka efeknya tentu buruk bagi SEO. Blog bisa mengalami penurunan ranking dan konsekuensi lainnya. Perubahan susunan navigasi, perubahan font, widget, dll juga dapat kuat pada pengunjung yang telah cukup bersahabat dengan struktur dan tampilan blog sebelumnya.

3. Apabila tujuan penggantian template blog yaitu untuk memperbaiki desain dan struktur template lama,  meningkatkan user experience, memperbaiki SEO, bersifat mendesak, dan hanya untuk satu atau dua kali saja; lanjutkan. Tapi apabila hanya sebagai bab dari hobi berganti-ganti template blog karena tidak tahan melihat banyak sekali template baru, atau melihat template si A lebih menarik karena blog si A terkenal, pikirkan dua kali, atau bahkan 10 kali! Popularitas dan nilai penting blog anda tidak ditentukan oleh sekedar template, melainkan konten. Berganti-ganti template blog juga mengganggu proses membuat dan membangun blog yang efektif.

4. Berganti-ganti template terus menerus membuat struktur blog berubah-ubah sehingga search engine "bingung" menentukan struktur dan elemen penting blog anda. (further reading: baca artikel aku mengenai Konsistensi Struktur Web dan SEO).

5. Template blog termasuk bab branding, apabila sering berubah, maka blog anda tidak akan memiliki brand atau identitas yang melekat. Tentukan template yang paling tepat, and stick to the template for a long time!

Sebagai garis bawah dari post mengenai template blog bab pertama ini, yakinlah bahwa tidak ada template Blog yang benar-benar bisa dikatakan sebagai SEO friendly, alasannya ada banyak faktor yang menentukan SEO friendly-nya sebuah template. Yang luput dari kita selama ini adalah, bahwa suatu blog beserta template-nya akan menjadi SEO friendly apabila didukung oleh konten. Ini yang menjadi poin nomer satu. Oleh karena itu, yang diharapkan bukanlah template yang katanya SEO friendly (padahal tidak), tapi kemampuan anda untuk membuat template tersebut menjadi SEO friendly.

Pernah ada beberapa yang menanyakan perihal template yang aku gunakan, karena mendengar bahwa template ini SEO friendly. Hmmm... gossip darimana itu? Ini template tahun 2008 awal, tidak ada fitur-fitur, sisipan tag, atau script yang sudah disiapkan untuk SEO. Desain awalnya pun benar-benar mentah sehingga harus melaksanakan banyak sekali kostumisasi. Ada yang bertanya juga bagaimana membuat template ini SEO friendly, apakah ada trik-trik khusus? Tidak ada, dan semua proses sudah aku geber di halaman tips SEO.