Latest News

Fokus SEO Yang Mesti Diperhatikan Semua Blogger

Tahun ini yaitu tahun puncak Blogging dan Social Media, menurut hemat saya. Memang, semenjak mobile usage sudah menjadi hal lumrah, geliat dunia social media sangat luar biasa. Disusul kemudian oleh blogging (yang notabene platform awal dari social media) yang ikut-ikutan meriah. Mungkin sebagian blogger gres menerima informasi dan tertarik dengan dunia blogging atas andil social media besar menyerupai Facebook, Twitter dan Google Plus. Nah, tahun inilah yang benar-benar akan menjadi puncaknya.
Bagi para Blogger yang sudah berkecimpung sebelum tahun ini dan kemarin, pasti sangat yakin dan menyaksikan sendiri bahwa SEO, sebagai bab dari upaya penjaringan traffic masal, selalu mengalami perubahan, baik dari segi kebijakan si empu pemilik search engine, yang terwujud dalam algoritma-algoritma barunya, hingga pembiasaan dan perubahan teknik dan seni administrasi SEO. Bagi pendatang baru, sangat penting untuk mengetahui bahwa SEO semakin berkembang, semakin rinci, semakin rumit, dan harus direspon dengan seni administrasi yang matang. 

Sobat tidak bisa lagi melihat teknik-teknik usang dan uzur dimakan algoritma-algoritma baru. Sobat tidak lagi bisa menjiplak tradisi spam komentar yang jauh-jauh hari sudah diperangi Google Penguin, Intinya, semua harus diubahsuaikan sedemikian rupa dengan perkembangan sekarang. Ini penting, dan post ini didedikasikan untuk mengawali mindset teknik lama menuju yang baru.

Dulu link building biasa diawali dengan melaksanakan analisis sederhana sebuah halaman web/blog melalui pagerank toolbar; untuk melihat berapa pagerank-nya. Tapi kini pagerank toolbar sudah mati. Kalopun halaman-halaman situs sebelum Desember 2013 masih memiliki pagerank (yang masih bisa dilihat), itu sudah tidak berkhasiat lagi, karena itu update lama. Munculnya nilai pagerank pada toolbar yang dikala ini masih setia dipakai sebagian orang itu lantaran datacenter Google untuk memberikan informasi pagerank masih aktif dan berfungsi. Tapi tidak ada gunanya, karena bukan update sekarang, sudah basi. So, link building dengan metode ini juga sudah usang, dan perlu teknik analisis baru. Belum lagi aneka macam hal gres yang berkaitan dengan kualitas kegunaan (usability) dari sebuah website yang kini jadi pertimbangan Google juga. 

Nah inilah gambaran yang akan menjadi sebagian besar fokus SEO ke depan.

Table of content:
1. Mobile Friendly
2. Kecepatan Load
3. Profil Backlink
4. Konten yang Shareable
5. Konten yang Kaya



Mobile Friendly


Konsep mobile friendly sesungguhnya tidak asing lagi, di 2011 ini menjadi animo besar. Website-website berbondong-bondong hadir dengan versi mobile masing-masing. Pada dikala bersamaan, Responsive Web Design (RWD) juga telah dikembangkan. Meski pada tahun itu Google telah mendorong website untuk mendukung perangkat mobile, tapi, di selesai 2014 kemarin, Google memutuskan untuk memberikan secara faktual dukungannya melalui label "Mobile Friendly" yang disematkan di bab bawah judul halaman pada hasil listing SERP dalam mobile search. Tujuannya untuk memperlihatkan info kepada user perangkat mobile apakah website di dalam list tersebut bisa diakses dengan baik atau tidak.

Maka seni administrasi ini menjadi mutlak untuk SEO sekarang. Sobat bisa (1) bertahan menggunakan template versi mobile bawaan blogger yang diaktifkan & di-setting melalui dashboard > template. Sobat juga bisa (2) memilih untuk menggunakan satu template untuk semua versi, alias template responsif. Saya pribadi masih memilih menggunakan template versi mobile daripada mengganti keseluruhan template desktop ini dengan yang responsif.

Tapi yang agak disayangkan, template responsive blogger banyak yang tidak dibuat dengan kehati-hatian, sehingga tidak sedikit yang loadingnya sangat lama dikala diakses via perangkat mobile. Ini salah satu pertimbangan saya. Jadi, jikalau ingin pake template responsive, pastikan berkualitas dan teruji. Sobat bisa cek aneka macam template Blogger responsif berkualitas ini

Oya, ada yang luput, kalo sobat udah pake template responsif, matikan versi mobile, karena tidak ada gunanya. Mungkin ini pula yang bikin galau browser mobile dikala memproses template mana yang harus ditampilkan. Mungkin.

Kecepatan Load


Kecepatan load menjadi salah satu faktor yang sudah digaungkan Google awal tahun lalu. Sebagai salah satu tolok ukur pengalaman pengguna (user experience) dalam mengakses website, kini kecepatan load semakin penting saja bagi SEO. Inilah mengapa saya agak bersikap kritis dengan template responsif yang load-nya cukup lama ketika diakses via mobile. Situs boleh tampil keren dan mobile friendly dengan template responsive, tapi jangan lupa memperhatikan aspek kecepatan akses-nya. Poin-poin yang bisa dilakukan pada template yang sudah dipakai? Ada, misalnya: optimasi gambar (kompresi), kompresi file javascript dan CSS, perhatikan script yang diambil dari luar, apabila responnya terlalu lama, pindah hosting script tersebut ke yang lebih baik atau cari versi sejenis yang dihost di daerah lain. Dan masih banyak cara lain lagi yang bisa dilakukan.


Backlink yaitu tolok ukur yang digunakan oleh algoritma berjulukan PageRank™. Ditemani oleh beberapa algoritma lain, salah satu yang paling populer yaitu Penguin, kualitas profil backlink sekarang menjadi fokus upaya SEO. Dulu backlink bisa serampangan dibuat, dengan spam sana sini, tapi untuk sekarang, profil backlink yang dibuat dengan cara menyerupai ini akan menjatuhkan SEO blog. Profil backlink yaitu gambaran kualitas backlink yang dimiliki sebuah situs berdasarkan:
  1. darimana saja backlink berasal, 
  2. kualitasnya,
  3. jumlahnya (kuantitasnya), 
  4. variasi keyword-nya, 
  5. penyebaran backlink ke homepage dan halaman-halaman lain, 
  6. dan persentase nofollow vs dofollow-nya. 
Jika (1) backlink berasal dari situs-situs berkualitas tinggi, (2) backlink memiliki variasi keyword bermacam-macam (tampak natural), (3) memiliki keseimbangan antara nofollow dan dofollow, (4) backlink ke homepage tidak terlampau parah jumlahnya dibanding dengan halaman lain, maka profil backlink sebuah website disebut authoritative atau memiliki legitimasi tinggi. Sebaliknya, jikalau (1) banyak backlink berasal dari situs spam, (2) direktori dan bookmark yang diragukan kualitasnya, (3) backlink hasil spam dan atau didapat dengan cara tidak wajar, (4) backlink memiliki variasi keyword dengan secara umum dikuasai sama persis atau hampir sama persis, (5) jumlah backlink ke homepage luar biasa banyaknya hingga ribuan sedangkan ke post cuma satu dua, dan (6) semua backlink dofollow atau katakanlah sekitar 90% dofollow, maka profil backlinknya rendah atau tidak memiliki legitimasi, serta rawan terancam penurunan ranking, bahkan penalti atau banned total.

Oleh karena itu, seni administrasi spam kini sangat berbahaya. Meskipun social bookmarking, dan direktori masih ada yang legitimate, tapi anda harus lebih selektif lagi, bahkan sebaiknya mengurangi kegiatan bagi-bagi link di situs-situs demikian.

Memiliki link nofollow itu wajar, dan sudah semestinya. Makara backlink dofollow dan nofollow itu berdampingan. Yang tidak wajar yaitu ketika hampir semua backlink anda dofollow (katakanlah menyerupai tadi, 90% dofollow), maka backlink sobat justru mudah diendus sebagai tidak wajar.

Mengenai variasi keyword, sudah terang keyword yang sama persis dan bertubi-tubi sebagai anchor text pada sebagian besar backlink juga menjadi salah satu alasannya blog dimakan penguin.

Strategi terbaik? Bisa dikatakan saya sekarang jarang sekali melaksanakan link building dan lebih memilih menunggu mendapatkannya (link earning). Mendapatkan backlink yaitu cara paling natural, dengan hasil backlink sangat berkualitas. Apa sih maksudnya?

Gini, sebagai contoh, beberapa hari lalu saya dapet email mengenai artikel sebelum ini. Ada sobat bertanya, "mas kok pada artikel itu link ke pembuat-pembuat template dofollow semua? Apa gak ancaman buat blog mas?" Lah ancaman dari HongKong? Tidak masalah. Dofollow pada link-link itu sebagai penghargaan saya pada karya mereka yang luar biasa. Saya tidak tahu kenapa ada salah kaprah begini. Kalo saya link ke situs-situs itu dalam bentuk dofollow itu sah, wajar. Natural. Mereka mungkin gak tahu, dan gak perlu tahu, saya link karena ingin link ke mereka karena emang harus merujukkan ke sana. Kalo saya link ke situs legitimate, saya tidak menjerumuskan orang, yang dikasih backlink mungkin akan dapat efek bagus, yang kasih juga punya efek bagus, karena blog tanpa link keluar itu blog mati. Link keluar akan semakin memperlihatkan gambaran pada Google bahwa keduanya berkaitan dan relevan. Tapi memang harus hati-hati, jangan hingga situs spam atau phising di link, karena dangerous, beib

Itu konsep link earning. Kalo kita punya sesuatu yang bagus, bermanfaat banget, original, dan bisa menjadi rujukan yang harus dikutipkan pada sebuah halaman, kemungkinan menerima backlink menyerupai di atas sangat besar. So, berkarya terus, hindari copas, asah terus kemampuan dalam menulis. Copas tuh bikin otak blogger yang sesungguhnya cerdas jadi tumpul... pul. Pul, ipuull.. Dan yang dicopas tuh sakitnya di sini, di sini, dan di sini... (nunjuk dada, perut, dan mata), ..eh di sini juga.. (nunjuk pantat).

Konten Yang "Shareable"


Meski sinyal social (tweet, like, comment, plus one, share, dll) masih menjadi perdebatan hangat, antara berpengaruh atau tidak terhadap SEO, tapi ini menjadi satu tolok ukur penting. Konten yang "share-able", atau yang memiliki kemampuan untuk di-share dan menjadi viral (menyebar kemana-mana) menunjukkan bahwa sebuah konten memiliki ciri kualitas tertentu. Selain itu, share di sini juga berarti linkback, atau pemberian backlink karena konten menjadi rujukan dari aneka macam website lain. Ini kembali lagi ke poin 3.

Konten yang di-share mungkin tidak secara pribadi besar lengan berkuasa pada SEO, tapi menjadi indikator bahwa blog dan si Empu-nya memiliki daya bagi yang sangat tinggi. Sedikit lebih berat nih, konten demikian akan meningkatkan brand, baik pada web/blog, bisnis, maupun individu-nya. Konten menyerupai ini mengundang banyak hal: link back dari halaman web/blog lain (mendapatkan backlink dari situs lain secara natural), meningkatkan popularitas, dan memperlihatkan otoritas pada blog sobat serta sobat sendiri.

Konten yang Kaya


Semua pegiat SEO dan Blogger professional sudah tahu (dan bukan belakang layar lagi) bahwa konten yang kaya menjadi kunci kesuksesan SEO. Kita tidak berbicara pada konten jenis lain (gambar, video, lirik, definisi kata, dll), tapi konten blog dan konten dalam bentuk tertulis lainnya, yang intinya melibatkan penuturan melalui tulisan. Makara konten pendek, atau kira-kita kurang dari 250-300 kata tidak bisa disebut sebagai konten yang kaya. Meski ada, banyak sekali, konten pendek bisa menang di-SERP, saya pastikan tidak akan lama. Ini logis. Idealnya, konten yang kaya pasti melibatkan penulisan kata yang tidak sedikit. Semakin kaya, semakin banyak kata yang diharapkan untuk ditulis. Intinya, semakin banyak wawasan yang harus dibongkar dan disampaikan, semakin panjang sebuah konten. Dan ini yang paling penting: semakin kaya pula variasi kata-kata maupun keywordnya.

Saya tidak menyebutkan bahwa konten harus panjang hingga puluhan ribu kata, tidak. Kalo mau gitu bikin buku saja. Yang saya maksud yaitu jikalau memang harus dikatakan, katakanlah. Jangan terpaku pada "katanya" post yang cuma 250 kata saja bisa menang di SERP, post yang cuma beberapa kalimat aja bisa mendapat halaman satu, dan seterusnya.  Itu tergantung konteksnya. Kalo sobat cuma mau nulis soal unduh software, asing kalo nulis hingga 2000 kata. Beda dengan ini, mungkin akan butuh lebih dari jumlah kata itu (dan lebih kaya): sobat bikin tutorial ihwal menggunakan software itu, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan, lengkap dengan tips-trik-nya. Dan konten blog biasanya identik dengan yang ini, dan yang ini juga yang biasanya jauh lebih valuable. Dan sekali lagi, konten menyerupai ini yang jauh lebih share-able... Maka konten yang share-able akan lebih mudah menerima apa? Betul, backlink natural...




Kalo mau ditarik dari awal tadi, begini mata rantai konsep SEO untuk blog: 
blog yang mudah diakses melalui perangkat mobile, loadingnya tidak "bikin bengong", kontennya menarik dan sangat bermanfaat, tidak setengah-setengah, dan bersifat viral (kayak virus menular kemana-mana) akan menerima banyak keuntungan; di antaranya profil backlink dan ranking yang tinggi.