Latest News

Anak Tetanggaku Yang Masih Bayi Meninggal Gara-Gara Kaget Petasan

Semua hanya Titipan, dan semua itu akan kembali kepada-Nya,... Hanya itu yang mampu saya ucapkan dikala melihat kejadian yang menimpa tetanggaku. Sepasang suami-istri muda-mudi yang memimpikan adanya momongan pasti sangatlah terpukul, dikala momongan yang telah dititipkannya diambil kembali oleh Sang Maha Pencipta. Sebut saja namanya Yayan dan Endang, ialah tetangga dekatku yang mengalami cobaan yang begitu berat. Setelah anak pertamanya meninggal dalam usia kurang lebih 6 bulanan, sekarang menyusul anak keduanya yang berumur sekitar 4 bulanan.

Kondisi fisik yang lemah merupakan akhir dari meninggalnya kedua anaknya tersebut. Anak pertamanya meninggal alasannya ialah menderita diare, anak keduanya juga mengalami hal yang tidak jauh beda. Dengan kondisi badan yang lemah dan alasannya ialah sekitar 2 bulan pertumbuhannya sangat lamban, maka sanak saudaranya menuturkan untuk diminumi susu formula. Dari sinilah awalnya, alasannya ialah tidak cocok dengan susu formula maka si anak mencret2 yang kemudian dilarikan kerumah sakit. Setelah berulang kali kejadian menyerupai itu maka ada juga susu formula yang karenanya cocok untuk si bayi. Namun sungguh hal yang tak terduka, Hari itu Jum'at 04 September 2009 setelah berbuka puasa hari ke 14 tiba-tiba terdengar bunyi Petasan Udara yang sangat keras berulang-ulang, spontan smua warga keluar dari rumah untuk melihatnya. Dan alasannya ialah Petasan yang sangat keras tadi mengagetkan si Bayi hingga menggelinjang dari pangkuan, setelah itu Sibayi menangis terus-menerus, dibawanya bayi tersebut ke tukang Pijet sebut saja namanya Lek Warmat, setelah di pijat tak kunjung berhenti juga nangisnya, malah perutnya semakin mengeras, kemudian dibawa ke Dokter yang ada di Desaku, sebut saja Dokter Dini. Sang Dokter menyarankan untuk pribadi dibawa kerumah sakit, spontan saja pribadi di Bawa ke RS. Siti Khotijah. Setelah hingga disana untuk diInfus pun sudah tidak mampu dengan cara normal, karenanya dengan operasi kecil. Namun tetap aja nyawanya tidak tertolong alasannya ialah terjadi penyumbatan makanan pada paru-paru sibayi, mengingat sebelum maghrib sibayi habis diberi makan.
Malam itu sekitar pukul 24.00 Wib saya dikabari bahwa si Bayi meninggal dunia, maka kamipun pribadi menuju ke Rumah Sakit untuk memastikan dan mengendalikan keadaan alasannya ialah sepasang suami-istri tersebut belum mampu mendapatkan kenyataan bahwa anaknya meninggal dunia. Apalagi Ibunya yang terus menerus menangis Histeris yang kemudian pingsan berulang-ulang alasannya ialah meninggalnya juga anak keduanya.
Dari kejadian diatas marilah kita ambil pesan tersirat yang nantinya akan semakin menguatkan doktrin kita kepada-Nya yang maha Agung, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pengasih juga Penyayang.