Latest News

Mengubah Artikel Standar Menjadi Spesial

Mengubah artikel standar menjadi spesial. Pernahkah baca artikel yang isinya penting, tapi susunan kalimatnya datar dan hambar? Atau sebaliknya, artikel dengan bahan standar tapi terasa istimewa dan enak dibaca. Semoga blog ini termasuk kategori yang kedua he he he (ngarep.com).

Meramu sebuah artikel menjadi lebih hidup dan bercita rasa tergantung dari masing-masing penulisnya. Penulis mirip seorang koki masak yang harus tahu kapan menambah dan mengurangi ‘bumbu’ pada setiap artikel yang di buatnya.

Sebuah artikel butuh yang namanya “greget” untuk mencuri perhatian audiens. Greget ini mirip tombol ON pada artikel.

Jika tombol ON tidak menyala, kemungkinan pesan kita tidak hingga ke pembaca. Bahkan mungkin artikel kita tidak dibaca alasannya ialah mereka sudah berpindah ke artikel lain.

Mengubah Artikel Standar Menjadi Spesial

Mendaur Ulang Artikel


Sia-sia rasanya jikalau artikel yang kita buat nihil dari respon pembaca, atau istilahnya tidak laku di pasaran. Cara paling gampang mengetahui respon pembaca ialah lewat kotak komentar.

Nah, sekarang telusuri artikel Anda. Mana saja yang sepi komentar dari pembaca. Artikel tanpa ada yang komentar, tanda artikel tersebut kurang peminat.

Lantas harus diapakan? Hapus saja, lalu bikin artikel gres dengan topik yang serupa tapi isinya kita buat yang istimewa.

Sebelum dihapus, copy isinya dan simpan di notepad. Kita akan mendaur ulang artikel tersebut. Berikut tips yang mampu Anda ikuti.

Ubah Judulnya

Tahap ini wajib di lakukan. Faktor terbesar penyebab artikel kurang di respon ialah judul yang tidak menarik dan membosankan.

Saya sering berpesan, hati-hati membuat judul. Judul ialah umpan untuk memancing pembaca. Jika umpan gagal ‘di makan’ oleh pembaca, artinya ada yang salah dengan judulnya.

Bandingkan judul pada search engine dengan judul artikel pada sosial bookmark mirip Kaskus, Lintas Me atau Detikdotcom.

Bandingkan antara buku sekolah dengan tabloid, mana yang lebih di sukai? Jawaban nya tentu tabloid. Karena tabloid punya segudang judul goresan pena yang menarik. Untuk itu, buatlah judul mirip di bawah ini:
  • Fleksibel, biar tetap ‘matching’ ketika artikel kita promosikan di segala jenis platform.
  • Unik, biar terasa lebih berbeda
  • Kreatif, biar memiliki daya saing dengan artikel serupa (kompetitif)

Pasang gambar gres yang menarik

Gambar sangat besar kontribusi nya pada artikel. Thumbnail pada sidebar popular post atau recent post lebih berfungsi maksimal jikalau di sertai dengan gambar yang elegan.

Mata pengunjung secara tak sadar akan melirik ke arah itu, manfaatkan hal ini. Kombinasi judul yang mantap dengan gambar yang baiklah ialah umpan yang ampuh untuk memancing pembaca.

Sesuaikan gambar dengan background blog. Warna latar blog yang terperinci sangat cocok untuk gambar yang kontras. Pilihlah gambar yang tajam dan berukuran besar.

Gambar harus menarik. Lebih bagus jikalau ada unsur humor nya. Yang penting masih sinkron dengan topik dan judul artikel.

Lupakan perihal SEO

Pengalaman saya selama di perbudak SEO, artikel menjadi kurang enak di baca meski posisinya ada di pageone. Konsep artikel jadi melenceng. Kepuasan pembaca menjadi terabaikan.

Untuk mendaur ulang sebuah artikel, lepaskan atribut SEO pada artikel. Kenapa saya berani mengatakan hal ini? SEO memang perlu tapi jangan mendominasi. Tulisan yang terlalu banyak atribut SEO justru membuat artikel terasa kaku.

Mengalir, itu lebih baik. Tulis apa yang ingin anda curahkan. Anggap kita bicara dengan insan sebagai target. Sekali lagi, lupakan perihal SEO.

Rombak Paragraf awal

Sia-sia saja andai judul artikel sudah bagus tapi paragraf pembuka nya berantakan. Paragraf awal bukan berisi kata sambutan atau basa busuk kita kepada pembaca.

Perhatikan ini. Sambil memutar scrolldown pada mouse, pembaca biasanya pribadi mencari  jantung artikel. Untuk menyiasati ini, taruh sebagian topik utama pada paragraf pembuka.  Jangan terlalu banyak kalimat yang tidak berguna.

Susun goresan pena secara hierarki melalui rantai kalimat yang saling berhubungan, biar pembaca mengikuti alur artikel kita dari atas hingga penutup.

Buat trik-trik baru, untuk menarik minat pembaca. Trik kadaluwarsa atau yang sudah umum, nggak perlu di ulas lagi. Jangan hingga mereka berujar " Itu-itu lagi trik nya, nggak ada yang lain ?"

Susun gaya bahasa lebih 'friendly'

Enak tidaknya artikel untuk di baca, tergantung dari gaya bahasa penulisnya. Umumnya pembaca suka goresan pena yang ‘friendly’. Kesan nya lebih hangat dan bersahabat.

Pada artikel yang di daur ulang, rubah gaya bahasanya. Jangan terlalu formal. Sok dekat juga kurang bagus, malah di kira lebay.

Hindari menulis artikel layaknya memberikan informasi untuk apel di istana negara. Ciptakan style yang  santai tapi terkonsep.

Koreksi seluruh artikel

Baca artikel sambil bersuara.  Kalau  perlu di depan adik, kakak, babe, maknya’ atau siapa saja. Minta pendapat mereka secara obyektif.

Temukan setiap kejanggalan pada artikel. Perbaiki sebaik mungkin. Jangan remeh kan tata bahasa pada setiap kalimat.

Letak titik dan koma yang acak-acakan, akan mengurangi penilaian dari pembaca. Sebisa mungkin hindari pengulangan kata yang tidak perlu. Jangan terlalu banyak basa basi, gunakan kalimat yang efektif.

Jangan lupa, perhatikan kerapian artikel.

Promosikan artikel sesuai target

Jangan bosan untuk promosi. Sasaran promosi pun harus tepat. Jangan asal taruh di sembarang group atau komunitas. Sesuaikan dengan isi artikel.

Jika goresan pena kita perihal blogging, jangan promosi di group kuliner. Nggak bakal nyambung.

Pilih waktu yang sempurna untuk promosi. Jangan setiap menit update artikel. Tunjukkan bahwa kita mengusung artikel yang berbobot. Bukan artikel sampah.

Ingat promosi dan spam itu beda tipis. Hati-hati.

Semoga tips mengubah artikel standar ini mampu bermanfaat. “SAY NO TO COPY PASTE”.

Terima kasih dan Wassalam.