Latest News

Internal Link Jangan Di Sepelekan, Please

Internal link jangan disepelekan. Link yakni tautan antar halaman pada web. Ada dua jenis link yang sering muncul dalam sebuah artikel pada blog yaitu internal link dan eksternal link.

Biasanya link ditandai dengan warna berbeda dengan kata lain nya yang ada dalam artikel. Kadang ada juga blogger yang lebih suka menyamarkan nya. Saat cursor mengarah ke anchor teks dari link tersebut, barulah link berubah warna.

Link yang diklik, kalau mengarah ke halaman web dari blog itu sendiri, itu yang disebut internal link. Jika menuju ke halaman blog lain, kita menyebutnya eksternal link.

Itu sedikit penjelasan wacana link. Bisa dipahami? Moga aja bisa…lanjut.

Sebenarnya antara internal atau pun eksternal link, kedua nya punya peranan penting pada sebuah blog.

Entah kenapa kali ini aku lebih suka mengulas wacana internal link. Untuk eksternal link, mungkin akan aku bahas lain waktu.

Internal Link Jangan Di Sepelekan, Please

Fungsi Internal Link


Sering kita temui artikel dengan link yang bertebaran di dalamnya. Tentunya tidak sembarangan seorang blogger memasang link dalam setiap postingan mereka. Ada fungsi dan tujuan nya.

Berikut ini fungsi sebuah internal link dalam sebuah artikel.

1. Membuat pengunjung betah

Banyak cara yang bisa ditempuh biar pengunjung betah berlama-lama di blog kita. Salah satunya dengan memanfaatkan internal link.

Kita tidak akan tahu, kapan pengunjung mulai bosan. Mungkin saja artikel kita terlalu panjang atau terlalu banyak kalimat yang ngga nyambung (moga aja artikel ini tidak termasuk). Kehadiran internal link bisa mengobati kejenuhan pembaca lewat sodoran judul yang mengarah ke artikel kita yang lain nya.

2. Membangun kekuatan SERP (Search Engine Result Page)

Link menyerupai sebuah mata rantai yang saling terkoneksi. Satu buah artikel yakni satu mata rantai. Bayangkan kalau artikel kita miskin internal link. Kaprikornus lebih seakan-akan sebuah rantai yang berceceran tanpa ada ikatan.

Tugas kita untuk menghubungkan antara mata rantai yang satu dengan yang lain nya biar terjadi ikatan rantai yang utuh dan kokoh.

Blog dengan ikatan link yang kuat, dipercaya bisa membangun kekuatan di SERP's. Alasan nya kenapa? Maaf, terlalu panjang untuk di jelaskan. (bukan ngeles lho bro)

3. Promosi kecil-kecilan

Internal link bisa juga disebut ‘ajang’ promosi kecil-kecilan untuk artikel kita yang lain.

Manfaatkan celah ini untuk mendongkrak trafik artikel lain yang pageview nya masih rendah. Anda bisa menaruhnya pada artikel yang paling banyak dilihat oleh pembaca.

4. Memperkecil bounce rate

Nah, ini yang penting. Jika tak ada internal link pada artikel, setelah selesai membaca, pengunjung akan segera pergi sebab tak ada lagi pilihan artikel menarik yang harusnya bisa mereka baca.

Ini yang bikin bounce rate makin nambah. Terlebih kalau jumlah kata pada artikel tak lebih dari 500 karakter. Pembaca pasti berpikir, “udah cuma segini doang? Kabur ah”.

Pembaca menyerupai tamu yang perlu pelayanan lebih.  Tidak hanya sekedar datang, baca trus pergi. Internal link bisa menjadi alternatif pilihan yang bisa kita hadirkan.

Tips Jitu Membuat Internal Link


Membuat internal link itu mudah, namun penempatannya tak bisa sembarangan. Ada teknik dan ilmunya, biar internal link tersebut bisa benar-benar berfungsi.

Ini yang perlu Anda ketahui, simak baik-baik.
  1. Batasi jumlah internal link tak lebih dari 4 buah
  2. Atur pada ‘open this link in new window’, maksudnya biar link gres terbuka pada tab atau halaman baru.
  3. Pada ‘text to display’, buat kalimat pemancing biar pembaca mau membuka link tersebut. Istilahnya anchor teks atau teks jangkar.
  4. Link tujuan masih ada relevansi dengan artikel yang sedang dibaca.
  5. Meski tidak diwajibkan, berikan warna yang berbeda dengan warna goresan pena pada artikel.
  6. Lebih dianjurkan memasang internal link pada pertengahan dan tamat postingan, biar bahan artikel terbaca secara keseluruhan.
  7. Hindari internal link yang menuju ke halaman kosong atau mati (broken link).

Itu saja yang bisa aku bagikan untuk Anda. Semoga ada manfaat nya.

Akhir kata “SAY NO TO COPY PASTE”. Wassalam.