Latest News

Hati-hati ! Statistik Blog Bikin Blogger Kecanduan

Statistik blog bikin blogger kecanduan. Statistik blog sudah pasti tujuan utama blogger ketika komputer gres menyala dan koneksi internet telah tersambung. Masuk ke akun Google lalu login ke dasbor blogger, selanjutnya mata eksklusif tertuju ke statistik blog.

Apakah itu yang sering Anda lakukan? Kalau memang benar, artinya “disease statistic addiction” atau penyakit kecanduan statistik sedang menjangkiti anda.

Istilah ini sengaja saya ciptakan semoga mudah diingat. Nggak perlu panik. Ini bukan bentuk kecanduan atau penyakit  yang berbahaya bagi badan manusia.

Dulu saya sering mengalami itu, meski sekarang juga masih tapi dikit (he he he). Waktu banyak yang tersita hanya untuk ‘nongkrongin’ perubahan statistik blog secara signifikan.

Padahal jikalau kita pikir secara nalar, tak akan terjadi lonjakan drastis pada blog jikalau tidak ada agresi kasatmata yang kita lakukan pada blog itu sendiri. Istilah keren nya “no act, looking only” (paham dong artinya).

Lalu, tips apa yang manjur untuk menghilangkan penyakit kecanduan ini?

Untuk menuju ke arah itu, saya belok sedikit buat mampir ke pengertian dan fungsi dari statistik blog.

Hati-hati ! Statistik Blog Bikin Blogger Kecanduan

Statistik Blog dan Fungsinya


Statistik blog yakni angka-angka yang menawarkan perhitungan ‘kasar’ tampilan halaman atau pageview dari sebuah blog. Di dalamnya terdapat sumber lalu lintas data dan ikhtisar dari entri serta lokasi data tersebut diperoleh.

Fungsinya sebagai ajaran sementara bagi blogger untuk mengetahui perkembangan blog mereka. Namun perlu diingat, statistik blog ini bukan contoh yang real time.

Umumnya blogger cenderung menganggap statistik pada dasbor sebagai data yang akurat bagi blog mereka. Inilah pemikiran salah yang harus diluruskan.

Untuk mengetahui secara detail kemajuan blog anda, Google Analytic dan search console lah piranti yang pantas diandalkan. Karena data dari statistik blog anda, secara lengkap disajikan pada kedua tool tersebut.

Disease Statistic Addiction” = Pemborosan Waktu dan Biaya


Blogging masuk kategori job freelance, jadi profesi ini bahu-membahu lebih cocok bagi mereka yang punya banyak waktu luang alias ‘pengangguran’.

Meski banyak juga PNS atau pun pegawai kantor yang ber-profesi ganda sebagai penulis blog. Namun maaf saja, untuk para blogger kantoran sementara tidak saya libatkan.

Kenapa kecanduan statistik blog termasuk pemborosan waktu dan biaya, berikut penjelasannya.

a. Pemborosan Waktu

Dalam sehari ada 24 jam, saya asumsi kan 15 jam yakni waktu yang Anda pakai untuk ngeblog (maklumlah pengangguran, banyak waktu luang).

Saat ngeblog, anggap saja 10 kali kita melihat statistik setiap jamnya. Dengan durasi kurang lebih 2 menit. Makara dalam satu jam kita melihat statistik blog selama 20 menit.

Artinya, selama 15 jam ngeblog waktu kita terbuang selama 300 menit (5 jam) hanya untuk memandangi statistik pada dasbor blog kita.

Jika diakumulasikan dalam sebulan, kegiatan blogging kita tersedot waktunya sampai 150 jam hanya untuk mengagumi perubahan angka pada statistik blog.

b. Pemborosan Biaya

Nah, kini beralih ke soal biaya koneksi internet nya. Tarif 1 kilobyte = 1 rupiah. Untuk me-refresh halaman guna melihat perubahan statistik blog, kita asumsi kan butuh 30 kilobyte per halaman nya.

Dari contoh kasus di atas, 10 kali membuka statistik dalam sejam. Berarti 300 kilobyte telah kita pakai yang setara dengan Rp. 300 per jam nya.

Jika diukur dalam sehari, kita menghabiskan biaya sebesar Rp. 4500. Artinya, dalam sebulan untuk membuka halaman statistik blog, Rp. 135.000 yakni ongkos yang telah Anda keluarkan.

Tentu jumlah tersebut sangat berharga jikalau kita hanya seorang blogger freelance yang berstatus pengangguran.

Efek ‘disease statistic addiction


Statistik blog menampilkan  data naik turun nya pageview pada blog, sehingga kecanduan statistik mampu membawa dampak psikologis bagi seorang blogger antara lain :

1. Jika pageview menurun

Pengunjung blog yang menurun membuat blogger gusar. Apalagi jikalau grafik tak kunjung naik atau selalu ‘nyungsep’ yang mampu bikin blogger frustasi.

Efeknya mampu membuat blogger malas ngeblog sehingga jarang update artikel. Mereka pikir, “buat apa bikin artikel, kalo nggak ada pengunjung yang datang”.

Padahal jikalau lebih jeli, terpuruk nya grafik mampu dijadikan senjata untuk melejitkan trafik jikalau kita paham cara meng-optimasi nya.

2. Saat pageview melonjak

Blogger mana yang tak girang ketika melihat grafik pengunjung blognya meningkat setiap harinya. Ini yang mampu memberi motivasi bagi blogger untuk selalu menjaga kualitas konten blognya, semoga statistik blog tidak anjlok.

Dengan peningkatan pageview pada statistik blog mampu memberi suntikan semangat bagi blogger untuk selalu update artikel. Dengan tujuan untuk meningkatkan pageview semoga melesat semakin tinggi.

Tips Menghilangkan ‘disease statistic


Berikut tips sebagai pengobat kecanduan statistik blog yang mengganggu kegiatan blogging Anda .
  1. Jangan terlalu sering membuka dasbor blog, semakin sering maka makin besar godaannya.
  2. Bukalah dasbor blog pada kondisi tertentu menyerupai ketika update atau mengedit artikel, mengatur setelan blog, merubah isi template, memasang widget dan hal-hal lain yang dirasakan perlu .
  3. Jadwalkan untuk melihat statistik cukup dua kali ketika kita ngeblog, yaitu ketika komputer dihidupkan dan ketika hendak dimatikan (ngeblog versi desktop).
  4. Hindari menulis artikel eksklusif pada entri gres di dasbor blog, tujuan nya sekali lagi semoga tidak terpancing untuk melihat statistik.
  5. Kalau terpaksa ingin melihat statistik blog, batasi maksimal cukup 2 menit saja. 
  6. Sibuk kan diri dengan kegiatan blogging yang lebih menguntungkan untuk blog menyerupai blogwalking, main ke forum dan komunitas atau promosi blog.

Itu saja dari saya. Di sebab kan goresan pena sudah terlalu panjang, kesimpulan tak perlu saya sertakan. Silahkan simpul kan sendiri melalui kolom komentar yang tersedia.

Semoga curahan hati perihal statistik blog ini mampu bermanfaat.

‘SAY NO TO COPY PASTE”. Wassalam.