Latest News

Inilah Bedanya Konten Marketing | Social Media Marketing | SEO

Membaca judul di atas, mungkin terdengar tidak terlalu istimewa – memang itulah adanya. Sudah banyak yang membahas topik ini.

Tapi saya masih heran, setiap hari banyak yang belum mengerti perbedaan antara konten marketing, marketing sosial media , dan SEO.  Bahkan anggota komunitas marketing online pun terkadang masih sering salah menafsirkan ketiga hal di atas.

Kaprikornus saya memutuskan untuk menulis perihal hal ini sesuai versi yang saya ketahui. Mari kita simak bersama.

Pertama, patokan ini harus Anda pegang :
Social Media Marketing tidak sama dengan Konten Marketing.
SEO dengan Konten Marketing itu berbeda.

Jika Anda berpikir bahwa Marketing Online atau apapun yang berafiliasi dengan urusan ekonomi online, tujuan utamanya ialah untuk pembaca – itu pemikiran yang keliru.

Alasan mengapa saya memutuskan untuk menulis postingan ini ialah bahwa ada terlalu banyak pemasar yang terlibat di urusan ekonomi ini yang sering mencampur aduk ketiga istilah tersebut hanya untuk kepentingan mereka.

Memang ketiga bidang ini saling terkait namun pengertian nya tidak sama! Agar lebih mudah dipahami mari kita mulai dengan Social Media Marketing ...

Inilah Bedanya Konten Marketing | Social Media Marketing | SEO

Apa itu Social Media Marketing?


Social Media Marketing ialah seni memasuki percakapan yang terjadi di jaringan sosial untuk tujuan pemasaran. Setiap jaringan sosial mampu dimanfaatkan sebagai alat yang dirancang khusus untuk tujuan pemasaran.

Facebook misalnya,  menyediakan Fanpages yang memungkinkan perusahaan untuk mengatur otoritas mereka sendiri dan berinteraksi dengan orang-orang melalui halaman mereka.

Mereka dapat memposting menyerupai pengguna pada umumnya. Dengan cara ini, pemasar dapat menginduksi pesan ke dalam fatwa sosial masyarakat, sehingga brand perusahaan mampu hingga ke audiens.

Meski demikian, pemasar menggunakan tool yang disediakan hanya sebagai adegan dari kelengkapan alat marketing.

Banyak pemasar yang menggunakan akun media sosial langsung mereka untuk menjaring konsumen bagi urusan ekonomi mereka.

Apa itu Content Marketing?


Konten Pemasaran ialah seni administrasi pemasaran yang digunakan untuk membantu, menghibur atau setidaknya konten yang mampu menarik khalayak (target) dalam rangka meningkatkan perspepsi dan kesadaran terhadap sebuah merek.

Tujuannya ialah untuk menimbulkan konsumen atau klien sebagai  mitra masa depan.

“Konten” dalam konten marketing mampu apa saja, meski ada perdebatan sengit di web perihal mana kriteria yang masuk dan mana yang tidak.

Artikel blog, infografis serta video ialah konten. Pesan pada media umum dapat juga dikatakan sebagai konten tapi jangan salah paham,  tidak semua ‘tweet’ mampu dikategorikan sebagai adegan dari konten.

Apa itu SEO?


SEO kependekan dari Search Engine Optimization yang menjelaskan cara atau proses mengoptimalkan situs web dan konten sehingga dibutuhkan akan mendapatkan lebih banyak lalu lintas situs dari halaman hasil mesin pencari.

Secara teori, berikut ialah cara kerjanya :

Mesin pencari menentukan peringkat konten website berdasarkan jumlah link dari situs-situs lain ke situs yang gotong royong dan jumlah kata kunci yang terkait dalam salinan di website.

Anda dapat meningkatkan peringkat website dengan menambah kepadatan kata kunci dengan menyediakan lebih banyak konten untuk kata kunci tertentu dan dengan menghasilkan link balik (backlink) ke situs Anda.

Masalahnya ialah backlink ke halaman Anda dinilai sebagai spam jikalau Anda hanya menghasilkan backlink dari direktori artikel dan ratusan link yang Anda peroleh dari situs jual beli backlink.

Profil link dari mesin pencari dinilai sebagai link organik. Ini berarti bahwa link tersebut harus didapat dari orang-orang yang menemukan halaman Anda dan benar-benar cukup menarik untuk menempatkan link Anda di situs mereka sendiri.

Menurut Google, postingan tamu (guest blogging) kini dianggap sebagai kejahatan SEO. Hal itu dianggap melawan pedoman mereka dan dapat menyebabkan turunnya peringkat situs Anda.

Tapi, menyerupai yang saya  katakan sebelumnya - itu hanya teori. Apa yang berhasil dan apa yang tidak semua masih sebatas dugaan. Suka atau tidak itu terserah opini Anda pribadi.

Apa Kaitan Ketiga Istilah Di Atas?


Setelah mengetahui perbedaan ketiga perangkat pemasaran online di atas, kita dapatkan pemahaman yang lebih baik perihal korelasi nya.

Ini ialah topik yang menarik untuk dibahas, namun sebelumnya saya minta maaf jikalau hanya mengupas kulitnya luarnya saja (dari topik dalam artikel ini).

Seperti kita tahu, salah satu efek samping dari munculnya jaringan sosial ialah kesempatan kita untuk menemukan dan mengkonsumsi lebih banyak konten yang bervariatif dibandingkan periode sebelumnya.

Munculnya blogosphere (komunitas blogger) yang sebagian besar diberdayakan untuk menyebarkan konten dengan pinjaman jaringan sosial media.

Sebagai imbalan nya, Konten Pemasaran menjadi seni administrasi ‘hyped’ alasannya ialah sebagian orang  mulai mengkonsumsi lebih banyak konten. Itu berarti kita butuh terobosan pandai dalam memproduksi konten pemasaran.

Artinya, untuk meningkatkan pembaca, teknik Social Media Marketing konten menjadi suatu keharusan. Meski konten marketing itu sendiri sudah ada jauh sebelum Media Sosial dan bahkan jauh sebelum kemunculan istilah world wide web (www).

Salah satu pola bentuk pemasaran konten yang pernah kita kenal yaitu buletin (majalah) yang dikirim oleh perusahaan untuk klien mereka melalui surat tradisional.

Model pemasaran konten semacam itu, sempat bertahan lama dan menjadi salah satu senjata marketing bagi perusahaan, hingga jadinya tergeser oleh kehadiran web yang lebih efektif untuk menyampaikan produk dalam bentuk konten website.

Sedangkan SEO ialah teknik utama untuk menarik konsumen dari sebuah konten sebelum revolusi Media Sosial.

SEO benar-benar menjadi fokus utama sebagai teknik menyajikan sebuah konten pada Search Result Pages (SERP's) dengan cara yang lebih mudah. Tapi saat Google merevolusi algoritma hasil pencarian, semua kini menjadi rumit.

Agar lebih jelas, berikut pola alur korelasi nya :

Bayangkan Anda bekerja untuk sebuah urusan ekonomi dengan website sebagai motor penggagas nya. Kita asumsi kan semua berjalan normal.

Untuk tujuan SEO Anda mengusulkan mulai membuat blog yang akan menyampaikan artikel bermanfaat untuk audiens Anda. Oleh alasannya ialah itu, Anda butuh menambah jumlah konten pada halaman, tujuannya ialah untuk menghasilkan lebih banyak lalu lintas dan lebih banyak lead.

Blog perlu diisi kata kunci yang harus dioptimalkan tetapi juga harus ramah pembaca (human friendly). Untuk menghasilkan lebih banyak backlink, blog perlu dibaca oleh pengunjung pertama.

Selanjutnya Anda mulai menyebarkan konten lewat platform Media Sosial - Anda mungkin memulainya pada fanpage di Facebook, pada profil Twitter, atau bahkan mungkin membuat akun di Pinterest.

Tanpa disadari, Anda sudah terlibat dalam tiga seni administrasi marketing yaitu pemasaran konten (content marketing), social media marketing, dan SEO.

Semoga bermanfaat. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.