Latest News

Anak Jong-nam Muncul di YouTube

Anak Jong-nam Muncul di YouTube
KUALALUMPUR - Di tengah konflik diplomatik yang memanas antara Malaysia dan Korea Utara, muncul sebuah video dikala seorang laki-laki mengaku sebagai Kim Han-sol, putra Kim Jong-nam yang dibunuh di Bandara Internasional Kuala Lumpur, 13 Februari lalu.
Video yang diunggah di halaman Youtube dari sebuah kelompok yang disebut Cheol-lima Civil Defense (Pertahanan Sipil Cheollima), pada Selasa (7/3) waktu setempat.



’’Nama saya Kim Han-sol, dari Korea Utara, bab dari keluarga Kim,’’katanya dengan aksen Inggris yang cukup kental. Dia melanjutkan bahwa ayahnya dibunuh beberapa hari kemudian dan menambahkan dirinya dikala ini bersama ibu dan saudara perempuan.
Durasinya sekitar 40 detik dan telah disensor di bab ketika ia menawarkan paspor dan di satu bab lain, yang menciptakan kalimat yang ia ucapkan menjadi hilang.
Para pejabat Korea Selatan, termasuk dari tubuh intelijen nasional menyampaikan anak muda ini berjulukan Kim Han-sol dan membenarkan bahwa ia ialah anak almarhum Kim Jong-nam.
Ini ialah reaksi pertama dari pihak keluarga sesudah pembunuhan Kim Jong-nam di Malaysia. Belum terang di mana video ini direkam dan di mana kini keberadaan Kim Han-sol.
Yang niscaya video ini diunggah oleh kelompok yang menamakan diri Cheollima Civil Defense (CCD) atau Pertahanan Rakyat Cheollima, yang punya alamat di internet dan akun di situs menyebarkan video YouTube, meski akun ini belum usang didaftarkan.
Kantor isu resmi Korea Selatan, Yonhap, menyampaikan CCD besar kemungkinan ialah kelompok yang membantu orang-orang yang ingin meninggalkan Korea Utara. Cheollima endiri ialah nama kota di barat daya Pyongyang. CCD mengirim video ini ke wartawan Channel News Asia di Malaysia.
Tak Putus Hubungan Di situs CCD disebutkan bahwa ada usul pertolongan dari 'keluarga Kim Jong-nam'. ’’Di masa kemudian kami merespons usul pertolongan . ini akan menjadi pernyataan yang pertama dan terakhir atas persoalan ini dan kami tidak akan mengungkap di mana kerber-adaan keluarga ini,’’demikian pernyataan di situs CCD dalam bahasa Inggris.
Kim Han-sol diyakini beru-sia sekitar 21 tahun dan tak terlalu sering secara terbuka tampil di depan umum semenjak ayahnya mengasingkan diri. Dia banyak menghabiskan waktu di Makau dan Tiongkok.
Sementara itu PM Malaysia Najib Razak mengatakan, tidak berniat memutus hubungan diplomatik dengan Korea Utara meski hubungan Kuala Lumpur-Pyongyang merenggang semenjak polemik masalah pembunuhan abang tiri Kim Jong-un, bergulir.
’’Negara kami akrab de-ngan mereka,’’kata Najib di depan anggota dewan legislatif ibarat dikutip Reuters, Rabu (8/3) kemarin. Perseteruan dimulai dikala Malaysia memeriksa masalah Jong-nam yang tewas dibunuh di bandara, 13 Februari lalu. Kuala Lumpur enggan mengembalikan jasad laki-laki berusia 46 tahun kepada Korut sebelum ada anggota kelu-arga yang mengklaim mayat Jong-nam.
Hubungan kedua negara kian memanas dikala Malaysia memasukkan salah satu pejabat Kedutaan Besar Korut di Kuala Lumpur dalam daftar buronan terduga pembunuh Jong-nam, secara tidak eksklusif dianggap menuding pemerintahan Jong-un berada dibalik masalah ini.
Malaysia bahkan mengusir Duta Besar Korut Kang Chol dari Kuala Lumpur alasannya ialah dianggap tak kooperatif dalam proses aturan masalah pem-bunuhan saudara pemimpin tert-inggi Korut itu. Polisi juga belakangan menyegel kantor kedubes Korut untuk memas-tikan jumlah pejabat Pyongyang yang ada di dalamnya.
Imbasnya, Korut melarang warga Malaysia yang ada di daerahnya untuk pergi ke luar negeri. Pemerintahan Najib pun mengambil langkah serupa alasannya ialah merasa warganya disandera di negara terisolasi itu.