Latest News

6 Kebohongan wacana SEO

Bicara kebohongan SEO, artikel ini mungkin bakal menuai banyak kritikan dari para blogger senior yang notabene seorang master SEO. Saya sadar akan hal itu.

Tulisan ini bukan berarti saya antipati atau merasa dibohongi oleh paradigma SEO yang selama ini melekat di benak saya atau mungkin juga Anda.

Namun sebagai seorang blogger, saya harus punya prinsip dan pandangan sendiri wacana makna sejati dari sebuah teknik SEO. Karena kemajuan blog tergantung dari bagaimana Anda memeliharanya.

Kebohongan SEO

Kembali ke pokok masalah.

Ada enam kebohongan umum yang sering kita dengar dari para blogger ‘tua’ yang sering dijuluki sebagai mastah atau guru SEO. Berikut penampakan nya, simak baik-baik.

Kebohongan wacana SEO

1. Konten yaitu Raja

Inilah kepercayaan yang semenjak dulu hinggap dipemikiran saya ketika awal pertama ngeblog. Apakah benar konten yaitu raja?

Dalam blogging, membuat konten yang baik yaitu sebuah kebutuhan, tapi konten bukanlah raja. Popularitas yaitu raja yang sesungguhnya.

Jika blog atau website Anda punya banyak penggemar (pengunjung tetap), terlepas dari cemerlang tidaknya artikel yang dibuat, konten situs Anda tetap akan muncul di pageone.

Sebenarnya kalau kita mau lebih teliti untuk menemukan artikel yang paling menarik dari sebuah topik, bukalah halaman 5-10 dari hasil pencarian Google. Banyak postingan yang lebih unik dibandingkan artikel-artikel yang berada di halaman satu.

Hal ini disebabkan Google memiliki perspektif yang unik untuk pencarian lokal, sehingga lebih memilih dan menempatkan blog populer pada halaman depan mereka.

Saya ambil pola 2 blog lokal yang sudah sering kita kenal, yaitu Maxmonroe dan Juragancipir.

Dari analisa pribadi saya, kedua blog ini sangat aktif dalam memompa konten berdasarkan tren. Sebagian besar artikel yang di rilis berasal dari banyak sekali sumber plus penulis aktif yang rutin update konten pada blog mereka.

Namun, blog tersebut menerima peringkat pada hampir semua kata kunci yang mereka inginkan murni berdasarkan popularitas blog mereka.

Apa kesimpulannya? Tentu saja, menulis konten yang baik yaitu penting tapi pastikan itu relevan dengan niche Anda dan jangan lupa untuk promosikan konten Anda.

Sekali lagi, POPULARITAS yaitu raja bukan konten.

2. Ikuti Syarat Ketentuan Google biar semua Baik-baik Saja

Tahu Google Adwords? Inilah produk Google yang mampu mengangkat blog Anda duduk di halaman pertama untuk kata kunci tertentu, meski umur blog Anda masih terbilang busuk kencur.

Mesin pencari yaitu wewenang dan kuasa Google. Meski ada sistem algoritma yang bekerja di belakangnya, namun Google berhak menempatkan website klien Adwords nya untuk menggeser posisi website lain demi kepuasan advertizer mereka.

Sebuah indikasi yang mengisyaratkan bahwa SEO mampu “di beli”. Itulah sebabnya Google menghimbau kepada pemilik blog dan website untuk berperan dalam agenda Adwords.

Google bukanlah SEO, karena faktanya website yang berperingkat baik di hasil pencarian, kebanyakan tidak memakai produk Adwords.

3. Teknik Black Hat Tidak Berfungsi

Pada dasarnya tidak ada teknik SEO white hat ataupun black hat, karena sebetulnya Google tidak ingin Anda menggunakan SEO. Semua teknik SEO statusnya mampu dikatakan samar-samar, mampu hitam mampu juga putih.

Jika Anda memakai teknik SEO dan mencoba mempermainkan Google untuk menerima peringkat yang lebih baik, maka teknik SEO yang Anda terapkan masuk ke kategori abu-abu hitam.

Bagaimanapun, teknik black hat tetap ada dan berfungsi. Namun pergerakan nya sangat sempit, dan Google memiliki ‘polisi’ yang memantau setiap perubahan yang terjadi.

Google yaitu perusahaan besar yang mempekerjakan orang-orang terpandai di dunia. ‘Mengalahkan’ Google dengan teknik black hat yang agresif, meski masih ‘work’ tapi kemungkinan nya akan sangat tipis.

4. Keyword pada Nama Domain sudah tidak Relevan (not working)

Saya suka membaca artikel dari blog master SEO yaitu Neil Patel (dibantu Google translate, maklum wong ndeso).

Saya akui, blog tersebut yaitu salah satu blog yang paling komprehensif dan informatif wacana SEO.

Namun, saya sempat membaca salah satu pernyataan nya yang mengatakan bahwa “menggunakan kata kunci dalam nama domain guna menerima peringkat untuk kata kunci tertentu, sudah tidak bekerja lagi”.

Menurut saya, pernyataan tersebut SALAH. Cara itu terbukti masih bekerja dengan sangat baik.

Masih banyak blog dengan kata kunci pada nama domain nya yang merajai pageone sampai ketika ini dengan spesifikasi keyword tertentu.

Sebagai contoh, ketik kata kunci “bursa hp android”. Lihat siapa yang duduk di posisi pertama, dan perhatikan nama domain nya.

Untuk menerima peringkat khusus pada kata kunci tertentu, menggunakan keyword dalam domain Anda yaitu faktor yang sangat penting. Banyak lagi pola yang lain kalau Anda ingin observasi sendiri.

5. Orang Mengaku “ Saya Ahli Algoritma Google

Terlalu banyak orang yang mengklaim sebagai “ahli algoritma” atau bahkan berbicara panjang lebar wacana algoritma. Itu hanyalah delusi.

Saat ada blogger yang merasa arif atau terlalu jumawa yang mengaku tahu seluk beluk algoritma, saya hanya berujar “Apakah Anda insinyur Google? Apakah Anda tahu algoritma mana yang benar-benar bekerja dan yang tidak?

Para blogger lebih percaya ucapan seorang Matt Cutts, dibandingkan ilmu yang di dapat dari pengalaman mereka sendiri.

Sekedar untuk Anda ketahui, tidak ada yang tahu pasti bagaimana sistem algoritma Google bekerja. Google tidak akan memberitahu siapapun termasuk Matt Cutts sekalipun.

Mengapa mampu begitu? Karena ini yaitu sebuah permainan sistem. Mereka ingin Anda membayar untuk Adwords.

Jujur, saya lebih suka jenis SEO yang observasional. Karena tidak seharusnya setiap pendapat kita telan mentah-mentah. Perlu kita uji biar kita tahu teknik tersebut benar-benar berfungsi.

Jika Anda ingin berguru SEO, ketik beberapa kata kunci populer ke Google dan lihat situs apa yang ada di peringkat pertama, lalu cari tahu MENGAPA BISA ?

Pada hasil pencarian Anda akan melihat apa yang Google lakukan, bukan apa yang Google katakan. Karena secara teoritis, Google tidak pernah merilis support atau pun balasan seputar SEO.

Umumnya materi teknik SEO yang muncul berasal dari artikel para blogger bukan dari Google.  Jadi intinya, tidak ada jago algoritma, kecuali Google itu sendiri.

6. Konten Pageone = Peringkat Google

Sebenarnya ini yaitu sedikit dari semua kebohongan SEO. Muncul di halaman pertama, so what? Apakah traffik saya eksklusif melonjak ? Apakah blog saya cepat populer dengan itu?

Duduk di pageone itu mudah. Buatlah konten dengan memilih keyword yang memiliki nol kompetisi dengan istilah yang jarang di pakai orang. Konten Anda akan jadi juara di halaman satu. Apakah dapat peringkat? Nanti dulu, tidak semudah itu.

Makara sebetulnya anggapan yang mengatakan bahwa "konten di halaman pertama Google mampu menaikkan peringkat" yaitu kebohongan besar. Ada 200 faktor bahkan lebih bagi Google untuk menentukan peringkat sebuah website.

Kesimpulan


Pendekatan saya untuk SEO yaitu melihat dan menguji apakah sebuah teknik benar-benar bekerja. Jangan eksklusif percaya atau baiklah dengan apa yang orang katakan wacana SEO (termasuk dari blog ini).

Yang membuat SEO terasa begitu menantang dan menyenangkan yaitu bahwa tidak ada yang tahu secara pasti pakem atau aturan SEO yang mampu dijadikan pedoman.

Kita sering mendengar dan selalu membaca wacana trik ataupun tips SEO sampai hafal di luar kepala. Sementara kita tidak tahu sumbernya dari mana. Apakah dari Google atau hanya pengalaman dari segelintir master SEO yang ingin menyebarkan ilmu guna menambah trafik website mereka.

SEO bukan teknik yang hanya jalan di tempat. Dia terus berevolusi mengikuti setiap perubahan algoritma Google. Itulah sebabnya, Google pun tidak pernah menjabarkan materi lengkap wacana SEO di website mereka.

Saya lebih senang mendengar wacana pengalaman orang daripada teori. Silakan menyebarkan pengalaman SEO Anda, tulis di kolom komentar.

Akhir kata, SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.