Latest News

Tahu Keywords Density? Ternyata Dia Sudah Mati

Keyword density ternyata sudah mati. Saya sendiri ragu apakah ini info menggembirakan atau menyedihkan bagi dunia SEO. Musuh turun-temurun Hummingbird itu kini sudah tidak terdengar lagi kabar beritanya.

Teknik ini mungkin saja sedang mati suri, namun bagi saya kepadatan sebuah kata kunci dalam sebuah artikel memang sudah tak berkhasiat lagi. Mau tahu alasan nya? Penjelasannya ada di bawah ini.

keywords density

Apa itu Keyword Density?


Menilik arti bahasanya, keyword density artinya kepadatan kata kunci (dalam sebuah konten artikel). Sekitar tahun 2011, teknik ini sempat menjadi fenomena besar di kancah SEO. Dari peristiwa tersebut, lahir algoritma gres Google berjulukan Hummingbird (burung kolibri).

Dulu para pemain SEO percaya, dengan memasukkan jumlah kata kunci yang tepat ke dalam sebuah konten, maka peringkat website akan lebih menonjol dengan posisi yang lebih baik di SERP’s.

Berikut rumus yang dipakai untuk menghitung kepadatan kata kunci:

Keyword density = jumlah kata kunci / total kata dalam artikel x 100

Agar lebih praktis, ada banyak situs untuk mengecek kepadatan keyword dalam sebuah artikel, salah satunya yaitu alat yang dulu sering saya pakai yaitu Free Keyword Density Analyzer Tools.

Cukup dengan menyalin URL artikel pada kotak yg tersedia, lalu klik submit. Hasilnya bisa dilihat ibarat pada pola gambar di bawah ini.

keyword density analyzer

hasil keyword density analyzer

Dari hasil analisa akan ditampilkan seluruh jumlah kata yang ada dalam artikel mulai frase 1 kata, 2 kata dan 3 kata dengan disertai persentase density nya.

Estimasi untuk "kepadatan kata kunci yang sempurna" sangat bervariasi, tergantung pada topik yang sedang ditulis. Banyak para praktisi SEO ketika itu meyakini bahwa antara 3 – 5 persen padatnya keyword sanggup mengantar sebuah artikel duduk manis di pageone.

Penyebab Matinya Keyword Density


Selama bertahun-tahun, keyword dinobatkan sebagai penentu popularitas sebuah website dalam hasil pencarian. Sayangnya, pada tahun 2013 grafik nya mulai menukik dengan sangat tajam.

Penyebab utamanya muncul ketika Google merilis update algoritma Hummingbird nya. Hummingbird tidak ibarat algoritma yang telah di update Google sebelumnya, alasannya yaitu dioperasikan melalui hosting pencarian semantik.

Google mulai menyadari bahwa fokus hanya pada metrik keyword density bukanlah taktik yang fair untuk mengevaluasi relevansi atau nilai halaman sebuah web. Karena fakta nya ajakan pencarian untuk short tail keyword makin menurun dibanding query penelusuran dari perangkat mobile untuk longtail keyword yang makin meningkat tajam.

Akibat pergeseran ini, jelaslah bahwa kepadatan kata kunci tidak sepenting dulu lagi. Google dengan cepat merespon itu sehingga lahirlah Latent Semantic Indexing (LSI).

Lahirnya Pencarian Semantik (LSI – Latent Semantic Indexing)


LSI (Latent Semantic Indexing) merupakan respon kolektif untuk problem kepadatan kata kunci. Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya dalam artikel ini, keyword density yaitu data metrik yang hanya mengukur jumlah kemunculan kata kunci dalam sepotong teks.

Ini dirasa kurang efisien alasannya yaitu adanya pengulangan teks yang dikhawatirkan tidak merefleksikan tanggapan dari pertanyaan yang ditulis oleh pengguna. Dengan kata lain, hadirnya pencarian semantik berusaha untuk mengevaluasi kekerabatan kata dari konteks yang di tulis pengguna supaya hasil pencarian lebih relevan dan akurat.

Oleh pemain SEO, pencarian semantik kini lebih diprioritaskan daripada meng-optimasi keyword density. Alasan utamanya alasannya yaitu teknik ini lebih realistik dalam hal relevansi, kualitas dan kegunaan.

Tips Terbaru Penerapan Keyword pada Artikel


Meski penyebaran kata kunci yang padat pada artikel bukan cara yang efisien, bukan berarti kata kunci tidak dibutuhkan lagi.

Faktanya, kata kunci lah yang menjemput pengguna untuk berkunjung ke website kita. Namun begitu, service content yaitu pilihan terbaik dalam segala hal.

Ini berarti, fokuskan perhatian pada totalitas kata kunci yang lebih memenuhi kriteria pencarian pembaca. Berikut tips yang bisa Anda lakukan :

1. Fokus pada user experience UX factor

Hukum kepadatan kata kunci mengatakan Anda harus  menggunakan frase kata 10 kali dalam artikel, namun apa jadinya ? Tulisan jadi asing dan sedikit janggal akhir pengulangan kata yang berlebihan. Ini bisa menguatkan indikasi spam.

Apa solusinya? Buat kata kunci turunan yang memiliki jangkauan lebih luas terhadap niat pencarian pengguna. Hal ini alasannya yaitu sulit untuk menebak kata kunci apa yang diketik pengguna sampai mereka landing di halaman blog kita.

Contoh, kata kunci utama “mempercepat koneksi wifi”. Sisipkan beberapa kata kunci turunan di tiap paragraf, ibarat “cara mempercepat koneksi wifi di androids” atau “koneksi wifi internet” dan pola lainnya.

Jadi, kalau dihadapkan dua pilihan antara keyword density dengan pengalaman pengguna, pilihan kedua boleh Anda prioritaskan.

2. Memberikan konteks yang lebih baik

Pencarian semantik yaitu algoritma yang canggih, dan lebih fokus pada dukungan makna yang luas pada sebuah frase dibandingkan definisi dari kata kunci itu sendiri.

Ini penting. Mulailah berpikir untuk membuat teks pada konten yang mudah ditemukan mesin pencari sebagai tanggapan terbaik dari setiap pertanyaan pengguna.

Inilah yang disebut konten unik yang menunjukkan nilai kepada pembaca.

3. Gunakan sinonim alami

Menerapkan kata kunci dengan menggunakan sinonim alami yaitu cara yang cantik untuk memastikan bahwa konten Anda mudah dibaca, dipahami, dan kaya informasi, yang membuatnya lebih berharga dan sesuai dengan ajakan pembaca. Misalnya, “foto” sebagai sinonim dari “gambar”, atau “film” untuk “movie”.

4. Kualitas kata kunci

Tujuan utama teknik SEO yaitu menciptakan kualitas konten yang tak lekang oleh waktu. Ini berarti kepadatan kata kunci bukan hal yang wajib. Bagaimana membuat konten yang bernilai jangka panjang untuk pembaca, itu yang perlu dipikirkan.

Pada gilirannya, kata kunci yang berkualitas lah yang bisa menangkap maksud dari setiap pertanyaan pengguna pada mesin pencari dengan sudut pandang berbeda yang tidak mungkin ditemukan pada blog lain.

5. Gunakan kata kunci sebagai alat

Selama bertahun-tahun, kata kunci dianggap sebagai sentra virtual SEO. Hari ini, tugas keyword dipandang sebagai alat untuk membantu upaya meningkatkan secara optimal SEO Anda.

Jika kata kunci dianggap sebagai alat bantu untuk mempertegas tujuan pencarian pengguna, pastikan Anda menyediakan konten berkualitas terbaik kepada pengguna. Dan ingat ! Mereka lebih butuh itu daripada hanya peringkat metrik.

Penutup


Orang-orang menganggap keyword density sudah mati tapi percayalah itu bukan sebuah kehilangan yang besar dalam dunia SEO. Fokuskan penggunaan keyword untuk alat SEO, bukan sebagai pondasi nya.

Selalu berusaha menerbitkan konten berharga yang bisa menjawab setiap pertanyaan pengguna. Jangan mau hanya menjadi korban tren SEO, tunjukkan Anda memiliki bahan yang bisa menunjukkan solusi terbaik.

Semoga bermanfaat. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.