Latest News

Latent Semantic Indexing - Bekal Penting Menuju Pageone

Meningkatkan SEO dengan Latent Semantic Indexing (LSI). Ada tamu blog saya sempat bertanya, “mas, kok artikel di blognya panjang-panjang kayak kereta api?

Emh…saya pikir wajar, alasannya yaitu niche blog ini perihal blogging dimana klasifikasi sebuah dilema harus lengkap dan terang biar pengunjung puas.

Bagi saya, artikel panjang itu banyak banget nilai lebihnya. Salah satunya yaitu makin padatnya sinonim kata pada blog. Atau istilah nya yaitu latent semantic indexing (LSI), menyerupai yang akan saya bahas kali ini.

Sekedar Anda tahu, kata kunci LSI merupakan bab integral dari taktik SEO. Disini saya tidak akan ngomong panjang lebar perihal SEO off-page, link building, ataupun riset keyword.

Saya dedikasikan sepenuhnya untuk salah satu aspek yang mungkin kurang di kenal dari SEO yaitu – kata kunci LSI. Hari ini Anda akan berguru bagaimana meningkatkan peringkat Google Anda dengan menggunakan LSI lewat cara yang benar.

Berhubung artikel ini rada panjang, ngga ada salahnya tuk siapin kopi dan cemilan. Let’s start it.

Latent Semantic Indexing

LSI Muncul, Keyword Density Terkubur


Kita flashback dulu ke jaman jahiliyah dunia blogging sebelum masa Google Panda dan Hummingbird diluncurkan. Kira-kira 10 tahun yang lalu.

Dulu, untuk nangkring di pageone sangatlah mudah. Salah satu teknik SEO yang jadi andalan yaitu keyword density atau kepadatan kata kunci alias kata kunci yang di ulang-ulang dalam artikel.

Hal ini diukur dalam persentase. Semakin besar persentasenya, semakin tinggi peluang Anda untuk peringkat yang lebih baik di Google untuk sebuah target kata kunci.

Sebuah artikel benar-benar bisa masuk tiga besar di Google hanya dengan meningkatkan kepadatan kata kunci pada skala 10-15 persen. Agar lebih mantap, perlu juga memasukkan kata kunci utama dalam judul halaman, deskripsi META, kata kunci META dan promosi spam.

Hasilnya,.. BOOM ! Peringkat artikel akan naik dalam tempo yang singkat. Imbasnya tentu akan menaikkan peringkat blog. Masuk nalar bukan?

Hampir semua blogger mengoptimalkan halaman webnya dengan cara ini. Dan asyiknya, metode ini benar-benar bekerja selama bertahun-tahun.

Tapi itu dulu bro, kini kepadatan kata kunci bukanlah satu-satunya cara mesin pencari Google menentukan apakah suatu halaman relevan dengan apa yang sedang dicari oleh pengunjung.

Baca : Faktor UX sebagai Masa Depan SEO

Dalam rangka sapu bersih artikel sampah di hasil pencarian, Google menemukan cara yang lebih mujarab untuk mengevaluasi relevansi setiap halaman web di Internet.

Proses yang panjang dan membosankan ini dimulai dengan peluncuran algoritma Google Panda pada tahun 2011, yang disusul dengan Hummingbird pada tahun 2013.

Dengan dua update penting ini, Google menyapu bersih konten spam yang berkualitas buruk yang disinyalir di-backing dengan teknik blackhats.

Apakah LSI sudah diterapkan oleh Google sebelum algoritma Panda di rilis?

Asumsi saya, dari awal mungkin Google telah menerapkan LSI selama lebih dari 10 tahun. Saat ini, kata kunci LSI dianggap sebagai salah satu dari 200 faktor peringkat Google sebagai patokan para jago SEO dan webmaster dalam rangka untuk meningkatkan peringkat SERP mereka.

Lalu, apakah kepadatan kata kunci masih dianggap penting?

Lima tahun setelah Google Panda pertama kali diluncurkan, bisa dibilang bahwa isian kata kunci telah menjadi teknik kuno yang tidak hanya tidak bekerja lagi tapi bahkan dapat memperburuk SEO Anda.

Baca : Matinya Keyword Density pada Optimasi SEO

Bagaimana nasib keyword density? Apakah masih bisa diterapkan?

Jujur, saya pun selalu menganalisis SEO on-page dengan memeriksa persentase kepadatan kata kunci, namun persentase nya tidak lebih dari 3-4%.

Perlu diingat, SEO yaitu perihal menemukan sebuah pola untuk dianalisis dalam menerima yang terbaik pada hasil mesin pencari. Analisis kepadatan kata kunci juga merupakan bab yang tidak terpisahkan dari keseluruhan proses.

Kata Kunci LSI – Cara Modern SEO On-page


Setelah membahas aspek meningkatkan secara optimal mesin pencari dari perspektif lama, sekarang saatnya untuk mengaplikasi SEO dengan perspektif yang lebih modern.

Apa itu kata kunci LSI ?

LSI akronim dari Latent Semantic Indexing. Kata kunci LSI  hanya kata-kata atau frase semantik yang terkait dengan bersahabat satu sama lain.

Apakah ini sama dengan sinonim? Tidak juga. Ini bukan hanya kata-kata sinonim. LSI yaitu kata-kata yang sering di pakai tanpa sinonim langsung. Saya jelaskan dengan pola dibawah ini.

Misalkan Anda menulis artikel perihal grup band GIGI. Anda mungkin akan menulis perihal salah satu dari dua hal ini :
  • gigi - alat pengunyah di mulut
  • "GIGI" – nama group band
Bagaimana algoritma mesin pencari bisa tahu apa topik yang Anda tulis?

Tepat sekali, tentunya dengan menggunakan kata kunci LSI. Pada dasarnya, Googlebot memindai halaman sebuah web untuk mencari istilah yang terkait bersahabat yang dapat membantu memahami konten halaman Anda dengan lebih baik.

Bagaimana cara menemukan LSI yang berperingkat tinggi di Google?

Memang selama ini tidak ada teori yang akurat, tapi ada cara paling praktis yang bisa Anda pakai. Ada empat cara mudah untuk menemukan kata kunci Latent Semantic Indexing yang akan saya urai satu persatu. Lihat di bawah ini.

1. Pencarian instan di Google (Google Instant Search)

google search auto suggestion

Cara pertama dan paling mudah yaitu dengan hanya menulis kata kunci ke dalam kotak pencarian Google dan melihat 5 – 8 saran yang di tampilkan (Google Search Auto Suggestion). Jadi, pastikan untuk selalu mengaktifkan fitur pencarian instan di browser Anda biar metode ini bisa bekerja.

2. Hasil "Penelusuran yang terkait dengan"

penelusuran yang terkait

Cukup ketik kata kunci di kotak pencarian lalu scroll ke bab bawah halaman hasil pencarian. Di situ ada delapan saran perhiasan yang dapat ditambahkan ke amunisi LSI Anda. Tapi jangan semua diborong untuk di pakai sebagai kata kunci LSI. Untuk hasil terbaik, pastikan untuk menganalisisnya dari perspektif pembaca.

3. Kata yang ditulis tebal dalam hasil SERP

tulisan tebal hasil SERP's

Saat melaksanakan pencarian, ada kata-kata tertentu yang ditulis tebal oleh Google. Tahu kenapa? Karena Google menganggap kata-kata ini bekerjasama bersahabat dengan string pencarian Anda. Dengan kata lain, ini dianggap kata kunci LSI.

Setiap kali Anda melihat beberapa kata kunci dalam abjad tebal, salin di notepad. Kata-kata inilah yang akan membantu membuat halaman Anda lebih relevan dengan subjek Anda.

4. Dengan perlindungan beberapa Tool

Jika tiga metode di atas sudah Anda lakukan, untuk lebih memperkaya frase LSI Anda gunakan beberapa alat LSI ini, antara lain :

a. Keyword Planner

Saya sarankan biar Anda mulai dengan alat yang paling populer ini. Kalau Anda masih nyubi, berikut cara yang bisa Anda tiru.

Pertama, dari dasbord Google AdWords masuk ke tab “Alat”, lalu masukkan kata kunci Anda pada kotak “produk atau layanan Anda” selanjutnya klik “Dapatkan Ide”.

Anda akan melihat dua tab yang berbeda dalam alat ini yang merupakan sumber utama untuk kata kunci LSI yaitu :

Ide grup iklan

Tab ini berisi link-link keyword yang di dalamnya terdapat beberapa variasi dari keyword utama. Untuk menembak target kata kunci, pilih keyword dengan penelusuran per bulan tinggi tapi dengan pesaing yang rendah. Guna menambah amunisi kata kunci LSI Anda, salin sebanyak-banyaknya variasi kata kunci yang ditampilkan. (lihat pola gambar)

google keyword planner - Latent Semantic Indexing

Ide kata kunci

Tab ini berisi wangsit kata kunci yang disarankan untuk Anda. Salin semuanya pada notepad yang nantinya bisa Anda analisa untuk menerima beberapa kombinasi kata kunci terbaik. (lihat pola gambar)

google keyword planner - latent Semantic indexing

b. LSIGraph Tool - LSI kata kunci Generator

Cara kreatif lainnya untuk mengikis kata kunci LSI yaitu dengan menggunakan beberapa alat dan plugin yang dirancang khusus untuk tujuan ini. Ada dua yang bisa saya rekomendasikan, yaitu :

LSIGraph. Meski kurang powerful, tapi alat ini sangat mudah digunakan. Cukup masukkan kata kunci yang Anda inginkan di kotak pencarian dan tekan "Result".

LSI kata kunci Generator. Perangkat gratisan ini bisa menampilkan daftar panjang kata kunci LSI yang cocok untuk string Anda.

c. SEOPressor Plugin

Plugin SEO on-page ini sengaja diciptakan khusus untuk platform Wordpress yang akan membantu Anda melaksanakan meningkatkan secara optimal on-page di mesin pencari. Plugin ini juga cukup mudah digunakan.

SEOPressor juga bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan analisis kata kunci ganda, cek optimasi, integrasi SEO sosial media dan dukungan data terstruktur. Anda juga dapat mengatur internal link building secara otomatis untuk mengurangi tingkat bouncing Anda. Sayangnya, plugin LSI ini tidak gratis, tapi dengan minimal $ 5 per bulan saya rasa cukup terjangkau.

Bagaimana cara mengaplikasikan kata kunci LSI untuk peringkat tinggi di Google?

Setelah paham soal kata kunci LSI dan cara menemukannya, saatnya untuk mulai menggunakannya untuk meningkatkan SEO on-page dan peringkat organik.

Berikut yaitu bidang utama pada blog di mana Anda dapat menerapkan kata kunci LSI untuk menerima hasil maksimal :
  • Judul halaman
  • Tag H1 dan H2
  • alamat URL
  • tag META
  • Gambar alt teks
  • Teks pada paragraf pertama 
  • Body konten (artikel)
  • Link jangkar (anchor) teks
  • Teks pada paragraf terakhir

Dengan menyelipkan kata kunci LSI melalui masing-masing elemen ini, saya jamin Anda pasti akan menerima hasil terbaik dari meningkatkan secara optimal on-page yang Anda lakukan.

Penutup


Ingatlah untuk selalu mengecek kepadatan kata kunci Anda. Pastikan selalu memonitor taktik kepadatan kata kunci utama dari 10 pesaing Anda dan cobalah untuk berimprovisasi dengan itu.

Selamat! Sekarang Anda sudah tahu segala sesuatu perihal konsep kunci Latent Semantic Indexing.

Semoga artikel ini memiliki kegunaan dan menjadi bab integral dari meningkatkan secara optimal SEO on-page dan taktik penelitian kata kunci Anda. Silahkan bagi pengalaman Anda lewat kolom komentar.

Yang ini juga patut Anda baca..

Akhir kata, SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.