Latest News

Di Tolak Adsense, Nggak Perlu Frustasi

Ditolak adsense jangan lantas membuatmu frustasi. Blogger mana yang tidak pernah di buat patah hati ? Kalau ada silahkan tunjuk tangan. Maaf buat yang sudah mengacungkan tangan, saya tidak mampu melihatnya. Intermeso mas bro biar nggak stress he he he.

Kali ini sengaja saya memberanikan diri untuk mengangkat tema Adsense pada artikel ini, meskipun penulis belum pernah merasakan sedikitpun manisnya gaji bulanan dari Adsense.

Kata sobat sesama blogger, dollar dari Adsense itu gurih dan nikmat. Banyak goresan pena melalui forum yang menggambarkan pengalaman gajian pertama mereka, yang membuat blogger muda meneteskan air liur dikala melihat slip gaji dari screenshot yang mereka pajang.

Tapi biarlah, tidak terlalu saya ambil pusing. Buat apa saya pikirin toh kita tidak bakal di bagi satu dollar pun dari mereka. Betul tidak?

Di Tolak Adsense, Nggak Perlu Frustasi

Perilaku Blogger Setelah Penolakan Adsense


Begitu banyak blogger yang mendambakan iklan Adsense hadir di blog mereka. Hanya itu yang menjadi sarana penghubung antara Google Adsense dan publisher nya. Meski mekanisme nya sederhana namun untuk menerima nya sulitnya luar biasa.

Kita harus sadar, Google tidak mungkin sembarangan menunjukkan keputusan di terima atau di tolak untuk sebuah permohonan Adsense.

Sudah tidak terhitung jumlah blogger yang menjadi korban penolakan nya. Walaupun demikian masih banyak yang rela menunggu berhari-hari di depan inbox email untuk menantikan kabar bangga berupa persetujuan dari Adsense atas permohonan yang sudah mereka ajukan.

Jika isu yang di terima tidak sesuai dengan harapan, kemungkinan apa yang akan terjadi? Ini ialah beberapa bentuk perilaku blogger dikala di tolak oleh adsense.

1. Mencoba mendaftar lagi, lagi, dan lagi

Biasanya di lakukan oleh blogger pemula yang masih minim informasinya. Di dorong oleh rasa penasaran yang menggebu-gebu, mereka terus melaksanakan upaya untuk mendaftar Adsense berulang kali tanpa mengikuti saran dari Google perihal penolakan yang sudah mereka terima.

Mereka tidak sadar kalau tindakan itu mampu merugikan blog, alasannya Google akan menilai agresi mereka sebagai tindakan spam.

2. Merombak desain blog

Kadang seorang blogger galau dikala permohonan Adsense mereka di tolak. Pesan penolakan dari Adsense, tidak sepenuhnya mereka pahami. Jalan pintas pun di ambil, perombakan total di lakukan dengan merubah template mirip dengan blog tetangga yang sudah ada iklan Adsense di dalamnya.

Apakah anda sadar kalau tindakan ini justru akan mengorbankan trafik blog yang sudah lama anda bangun?

3. Membuat blog baru

Merupakan bentuk sikap blogger yang lelah alasannya sering di tolak adsense. Mereka rela mulai dari nol dengan membuat blog gres dan  niche yang berbeda, tentunya dengan impian semoga Google mau menunjukkan kesempatan.

4. Mengevaluasi bahan blog

Blogger yang sudah paham dengan Adsense, akan melaksanakan cara ini. Evaluasi terhadap isi blog sangat di perlukan untuk menelusuri kesalahan yang terjadi. Berpedoman dari saran penolakan Adsense, mereka meneliti satu persatu bab dari blog yang menjadi sumber di tolaknya permohonan tersebut.

5. Menunggu dikala yang sempurna untuk mendaftar kembali

Perilaku mirip ini lebih mencerminkan sikap seorang blogger yang arif. Kesabaran dan ketekunan ialah kunci utama semoga permohonan Adsense anda di terima.

Semua Pernah di Tolak Adsense


Saat sedang kalem dan tidak ada kegiatan menulis, biasanya saya melaksanakan blogwalking untuk berkunjung ke beberapa situs para master untuk menimba ilmu dari mereka.

Melalui dialog komentar saya sering menanyakan, pernahkah mereka di tolak oleh adsense? Hampir semuanya menunjukkan tanggapan yang sama. Pernah di tolak bahkan sering. Berarti mampu di pastikan semua blogger pernah mengalami penolakan Adsense, itupun termasuk saya.

Berikut ini pengalaman saya di tolak aAdsense sebanyak dua kali untuk menerangkan bahwa bukan anda saja yang pernah mengalami hal ini.

Penolakan Adsense pertama

Waktu itu umur blog saya belum genap satu bulan, berisi 20 artikel di dalamnya. Semua artikel saya tulis sendiri, mengikuti pesan dari para master "ARTIKEL ORIGINAL". Dengan penuh semangat, saya mencoba daftar ke Adsense. Setelah tiga hari menunggu, email pun tiba.

Beritanya sungguh ‘menggembirakan’. Permohonan saya di tolak, dengan tiga alasan yang menyertainya yaitu, situs tidak sesuai kebijakan, konten tidak memadai dan navigasi yang buruk.

Apa yang salah dengan blog ini? Itulah pertanyaan yang pertama kali datang berkunjung ke pikiran saya. Evaluasi habis-habisan saya lakukan.

Merubah design blog, membenahi navigasi,  melakukan koreksi bahan goresan pena serta memperbanyak artikel. Menambah rujukan perihal Adsense dengan bertanya ke aneka macam forum terus saya lakukan.

Penolakan Adsense kedua

Umur blog saya waktu itu bertambah 15 hari (dikit amat?). Setelah seminggu berlalu, dengan amunisi dan visi yang gres saya mencoba mendaftar untuk kedua kalinya.

Seperti biasa, sambil menunggu saya tetap membuat artikel. Dua hari kemudian pak ismail (email) membawa isu dari Adsense. Kabar ‘sukacita’ kembali saya dapatkan. Permohonan saya di tolak untuk kedua kalinya.

Namun untungnya, hanya satu alasan yang diberikan, yaitu menyangkut konten tidak memadai. Saya tetap berpikir positif, artinya blog saya mengalami sedikit kemajuan meskipun statusnya masih di tolak.

Kesimpulan


Belajar dari kesalahan sendiri dan pengalaman orang lain, mampu menjadi obat yang mujarab untuk menyikapi persoalan penolakan Adsense yang sedang kita alami. Tak perlu mengalah apalagi hingga frustasi. Membenahi kesalahan dan mengoptimalkan potensi diri, itulah yang terpenting.

Ada ilmu yang mampu dipetik dari penolakan diatas yang mampu saya jadikan sebagai motivasi untuk lebih meningkatkan standar mutu dari blog ini.
  • Jangan terlalu memaksakan diri mendaftar adsense, kalau umur blog belum mencukupi.
  • Perbanyak jumlah artikel sebagai modal penunjang sebelum mengajukan diri.
  • Ciptakan keunikan bahan yang menjadi ciri khas artikel kita di mata google
  • Membangun trafik pengunjung yang stabil untuk menarik iman dari adsense bahwa blog kita memang pantas untuk menjadi publisher nya.

Itulah empat hal yang dikala ini membendung hasrat saya untuk mendaftar kembali di acara Google Adsense.

Jujur, adsense ialah alasan  utama saya membuat sebuah blog. Seiring berjalan nya waktu, keinginan itu perlahan mulai buyar. Masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi.

Jika sudah tiba waktunya, saya pun akan mencoba kembali mengajukan permohonan Adsense untuk yang ketiga kali. Saat ini saya lebih berkonsentrasi untuk menulis dan terus menulis.

Pedoman saya sederhana, menyerupai sebuah toko serba ada, makin banyak barang yang mampu kita jual, makin meningkat jumlah pelanggan yang kita dapat. Hal ini tidak berbeda jauh dengan blogging, makin banyak artikel yang kita buat, semakin banyak menu bacaan yang mampu kita berikan kepada pembaca.

Tak terasa sudah begitu banyak kata yang saya tulis. Artikel perihal penolakan Adsense ini, semoga mampu memberi manfaat bagi anda. Teruslah semangat dan jangan menyerah.


Akhir kata, selalu saya berpesan “say no to copy paste”. Terima kasih dan Wassalam.

Happy blogging. Adios