Latest News

Blog Cicak versus Blog Buaya

Blog cicak versus blog buaya. Apa mungkin cicak mampu melawan buaya? Badan cicak kan kecil mrengil, beda jauh dengan buaya atau aligator yang lebih gede dan serem bentuknya. Untuk lebih tahu, ikuti saja goresan pena saya ini hingga habis, siapa yang jadi pemenangnya. Cicak atau buaya?

Jika di perhatikan judul artikel ini menyerupai headline di surat kabar beberapa waktu yang lalu ketika terjadi gonjang-ganjing isu perseteruan antara Polri dan KPK. Namun gosip itu jadinya menguap begitu saja tanpa ada kelanjutan nya. Ya sudah biarkan saja, itu bukan urusan saya.

Fenomena ini ternyata juga terjadi di dunia blogging, namun tanpa ada unsur hukum yang melatarbelakangi nya. Gambaran kasus ini hanya sebagai ilustrasi adanya persaingan ketat yang muncul di search engine antara blog cicak melawan blog buaya. Terjadi hampir setiap hari, setiap menit hingga setiap detik.

Tulisan ini saya buat hanya sekedar memberikan hasil pengamatan saya selama menekuni dunia blogging. Tidak ada maksud lain, apalagi ingin mengadu domba. Kriteria yang saya berikan pun berdasarkan sudut pandang saya pribadi.

Blog Cicak versus Blog Buaya

Blog cicak, kriteria nya menyerupai ini
  • Umur blog belum genap 3 bulan
  • Jumlah artikel masih minim plus hasil copy paste
  • Peringkat SERP tidak terdaftar
  • Kolom komentar putih bersih tanpa ada coretan
  • Trafik pengunjung kembang kempis
  • Blog sering absen dari search engine, meski sudah terindeks
  • Iklan pada blog di dominasi oleh produk kejantanan

Blog buaya, tentunya memiliki kriteria yang berlawanan dengan blog cicak
  • Usia blog sudah terbilang dewasa
  • Jumlah artikel sudah tidak muat di sidebar
  • Kolom komentar penuh dengan goresan pena ‘thank gan, di tunggu kunbal nya
  • Pengunjung blog menyerupai di mal, selalu ramai
  • Menjadi golden member di peringkat SERP
  • Rajin masuk di search engine, maklum juara kelas
  • Blog banyak di hiasi iklan dari adsense dan sejenisnya

Laga Sengit di Arena Search Engine


Tidak menyerupai pada pertandingan tinju yang berlangsung hingga 12 ronde. Untuk menghemat kopi dan rokok yang menjadi materi bakar penulisan artikel ini, maka saya sebagai narator nya membatasinya cukup 5 ronde saja.

Di sini saya membuat aturan sendiri yaitu tidak adanya sistem KO (knock out).

‘Pertarungan’ antara blog cicak vs blog buaya pun di mulai.


Ronde I

Blog cicak, mulai melaksanakan acara blogging nya dengan membuat artikel ‘sistem kebut semalam’, untuk mencapai target 5 artikel sehari.

Blog buaya, cukup dengan sedikit up date dan perbaikan pada artikel, sambil menyapa penggemar di blognya.

Pada ronde pertama ini, blog cicak sudah kehilangan energi 30%, sedangkan blog buaya hanya 1%.  Jadi untuk perhitungan poin, blog buaya sementara lebih unggul dalam menghemat energi untuk sebuah artikel.

Ronde II

Blog cicak mulai membangun internal link pada blognya dengan persediaan artikel yang minim, bahkan kadang tidak relevan dengan topik artikel yang di buatnya.

Blog buaya sedang memilih dari se-gudang koleksi artikelnya untuk memperkuat kekuatan internal link pada blognya.

Ronde kedua ini kembali blog buaya memimpin melalui perhitungan poin dari kekuatan internal link pada blog.

Ronde III

Blog cicak mulai sibuk kelayapan kesana kemari untuk mencari backlink melalui acara blogwalking dengan impian ada yang sudi meneteskan se-titik backlink untuk di semat kan di blognya.

Blog buaya dengan deretan backlink yang sudah banyak terpasang di blognya, cukup dengan sapaan ‘hello’ pada blog sohib nya, backlink secara otomatis sudah mampu di dapatkan melalui sistem ‘pesan antar’.

Kembali blog cicak menelan kekecewaan. Ronde ketiga ini masih berada di bawah kendali blog buaya.

Ronde IV

Blog cicak kembali di sibuk kan dengan agresi promosi blog ke sejumlah etalase media umum menyerupai Facebook, Twitter dan lain-lain.

Blog buaya hanya meng-update beberapa artikel untuk di pasang di fanpage media umum nya, dan sang penggemar pun mulai bersorak kegirangan menyerbu artikel yang telah di bagikan.

Ronde keempat ini stamina blog cicak mulai terkuras, dan konsentrasi pun mulai buyar.

Ronde V

Blog cicak mulai frustasi. Dengan energi yang tersisa, beragam cara licik mulai di pakai nya. Tulisan copy paste, software penambah trafik, spam artikel di mana-mana.

Blog buaya tetap dengan wibawa yang terjaga. Hanya dengan sedikit trik SEO yang di miliki nya, posisi blognya tidak tergeser dengan kehadiran blog cicak.

Setelah menjalani 5 ronde, kini masuk ke penentuan hasil pemenang. Saya hanya sebagai penulis, bukan juri. Untuk itu saya tunjuk google sebagai juri yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan. Dan keputusan dari dewan juri tidak mampu di ganggu gugat.

Berdasarkan pertimbangan yang sudah matang dan melalui perhitungan poin yang sudah di kumpulkan oleh kedua kontestan, jadinya google sebagai dewan juri utama memutuskan blog buaya sebagai juaranya.

Agar terlihat sportif, blog cicak sebagai pihak yang kalah menunjukkan ucapan selamat kepada sang pemenang serta mengakui keunggulan dari blog buaya.

Sebagai dewan juri, Google pun tak lupa memberi sedikit wejangan kepada blog cicak untuk lebih banyak berguru dari blog buaya serta berlatih dengan tekun biar mampu menghadapi blog buaya pada pertarungan berikutnya.

Penutup


Cerita di atas dikategori kan sebagai fabel dengan topik utama nya perihal usaha blogger muda dalam mencapai target pencapaian artikel di halaman satu.

Meskipun susah, kita sebagai blogger muda tak boleh putus asa apalagi mengalah di tengah jalan. Banyak jalan menuju roma. Pertama kita harus mampu mengukur diri dengan blog yang ketika ini Anda geluti.

Banyak berguru dari blog yang sudah matang yaitu perlu. Serap ilmu yang mampu kita ambil. Meskipun blog kita yaitu blog cicak, namun seiring berjalannya waktu, tidak menutup kemungkinan blog kita juga akan menjadi blog buaya yang mampu bersaing dengan blog buaya lainnya. Dan bersiap untuk menjadi pemenangnya.

Dikarenakan waktu yang kian larut, dan istri yang sudah lama setia menanti, saatnya saya sebagai narator artikel ini untuk undur diri.

Semoga isi dongeng perihal blog cicak versus blog buaya ini mampu ada hikmahnya.

Akhir kata “SAY NO TO COPY PASTE”. Terima kasih dan wassalam. Happy blogging.