Latest News

10 Larangan 'Hangouts' di Sosial Media, Jangan di Langgar

Sosial media merupakan daerah berkumpul nya orang-orang dengan karakter, latar pendidikan, background sosial, serta motivasi urusan ekonomi yang berbeda-beda.

Melalui add, mention, follow, dan tag akan memudahkan seseorang untuk mengenal lebih dekat personality dari sahabat gres mereka. Cukup dengan sekali klik, kita mampu melihat lebih jauh ihwal profil sahabat atau grup.

Tapi tahukah Anda, ada semacam hukum tak tertulis ihwal hal-hal yang harus di hindari ketika kita ngobrol ngalor ngidul alias ‘hangouts’ di media sosial. Meski sifatnya tidak mengikat, namun sanksi nya mampu sangat merugikan bagi urusan ekonomi serta reputasi Anda.

Larangan Saat Hangout di SosMed


Berikut ini akan saya coba kupas satu persatu ihwal 10 larangan yang harus Anda hindari ketika sedang ‘hangouts’ di Facebook, Twitter atau jejaring sosial lain nya. Silahkan Anda simak baik-baik.

larangan ketika hangout di sosial media

1. Jangan sok tahu

Sok tahu identik dengan kesombongan dan arogansi. Nggak peduli di dunia maya atau dunia nyata, yang pasti tak ada daerah untuk orang sombong.

Sering kita temui diskusi pada group di Facebook atau komunitas Google+ dimana banyak member yang bertanya atau sekedar meminta pendapat seputar konten artikel mereka.

Tulislah komentar yang baik dan bersahabat. Jika ingin mengkritik, sampaikan dengan cara yang konstruktif.

Jangan beropini yang berlebihan. Hindari komentar yang terkesan menggurui apalagi merasa sok paling benar. Ini justru akan memancing reaksi kejengkelan dari member yang lain. Efeknya sangat tidak menguntungkan untuk kredibilitas Anda.


2. Jangan curhat dilema pekerjaan

Jika Anda seorang karyawan yang aktif di situs Facebook, atau rajin berkicau di Twitter, jangan sekali-kali menumpahkan uneg-uneg ihwal pekerjaan Anda.

Misalnya kebiasan bos Anda yang sering uring-uringan nggak jelas, atau hadirnya karyawan gres yang menyebalkan, dan problematika lainnya.

Hal ini mampu sangat beresiko. Atasan atau rekan kerja mungkin saja akan membacanya. Secara tidak langsung, mereka akan tahu sisi lain dari kepribadian negatif Anda.

Akibatnya hal itu itu mampu menjadi materi olok-olok di lingkungan kerja. Jika curhat Anda terlalu ekstrim, mungkin saja jabatan Anda jadi taruhannya.

3. Saat cuti, jangan posting foto liburan

Cuti memang cara terbaik untuk lepas dari rutinitas kerja. Liburan ialah pilihan yang masuk logika untuk mengisi waktu luang tersebut. Bisa ke pantai, wisata alam, atau sekedar jalan-jalan ke mal.

Saat di daerah tujuan wisata liburan Anda, ritual potret memotret tentu tak akan di lewatkan. Tapi ingat, jangan upload foto tersebut ke profil media umum Anda. Banyak kepetangan yang mengintai setiap update yang Anda lakukan. Mungkin sahabat sekerja atau mampu jadi malah atasan kita.

Foto yang Anda posting mampu menjadikan kecemburuan. Mereka berpikir, disaat yang lain sibuk bekerja, Anda malah bersantai ria menikmati liburan.

4. Jangan menghina orang

Setiap orang punya hak untuk marah. Dalam kehidupan nyata, dengan meminta maaf semua kemarahan mampu terhapuskan.

Lain di media sosial, dimana orang berkomunikasi lewat tulisan. Saat menulis update yang bernada menyinggung atau menghina orang lain, ini mampu memancing reaksi kebencian terhadap orang yang menjadi objek goresan pena Anda.

Disamping itu, respon timbal balik juga akan Anda rasakan dari sahabat yang dekat dengan orang yang Anda hina.

Selama pesan yang Anda tulis belum dihapus, reaksi kebencian berantai akan selalu Anda terima.

5. Jangan tag foto orang tanpa izin

Mungkin Anda bermaksud ingin mengumpulkan banyak pendapat ihwal sebuah foto yang telah diposting. Namun kalau untuk sebuah popularitas, jangan tag foto milik sahabat atau orang lain tanpa izin. Ini sama dengan melanggar privasi.

Jika foto tersebut bernilai positif mungkin tak akan mengganggu sahabat atau penghuni yang lain.

Tapi lain dongeng kalau postingan foto tersebut mengandung unsur asusila atau kekerasan fisik, efeknya menyerupai virus yang mampu berbagi keburukan bagi pengguna lainnya.

6. Jangan posting foto dengan tema yang sama

Kebiasaan ini sering dilakukan para kaum wanita, khususnya ibu-ibu muda yang gres memiliki ‘baby’. Duh..lucunya.

Saya maklum, bayi memang menggemaskan dan lucu, tapi bukan berarti buah hati kita harus jadi konsumsi publik. Untuk itu, tolong jangan posting setiap hari foto anak Anda dengan pose dan tema yang sama.

Untuk postingan pertama mungkin banyak yang akan memberi apresiasi. Namun kalau hingga kesekian kalinya Anda tetap menampilkan postingan foto yang hampir sama, saya jamin mereka akan melupakan Anda.

Dan satu lagi, hindari posting foto tel**jang anak Anda.

7. Jangan selalu ‘check-in’ ketika keluar rumah

Media sosial layaknya zat adiktif yang bikin orang kecanduan. Kita mirip di tuntut untuk selalu meng-update status dimanapun posisi kita berada.

lagi di Paris nih, memandang Menara Eiffel…cekrek” upload. Selang 15 menit, “nongkrong di café bareng temen-temen…cekrek” upload.

So what? Di sosial media, tidak ada yang peduli dengan kegiatan Anda sehari-hari, kecuali mungkin sahabat atau keluarga Anda.

Jadi, tidak harus selalu ‘check-in’ untuk menarik perhatian di sosial media Anda.

8. Jangan terlalu sering posting

Satu kali posting dalam satu hari, itu sudah cukup. Tak perlu berlebihan.

Tidak ada yang benar-benar peduli dengan menu yang Anda makan ketika sarapan, di mana Anda minum kopi, apalagi postingan dilema Anda dengan sang pacar.

Jika hal-hal sepele terlalu sering Anda jadikan materi untuk sekedar eksis, orang akan semakin bosan untuk merespon.

9. Jangan posting foto selfies sepanjang hari

Dengan melihat foto profil, orang sudah mampu mengenali Anda. Tak perlu menjadi foto model ‘kagetan’ lewat agresi selfie yang ‘overacting’.

Selfie di depan cermin kamar mandi, meja kantor, ketika arisan, di dalam lift, atau di mana pun, intinya kami tidak butuh itu.

Ini serius. Saya dan para pengguna media umum lainnya tak perlu diingatkan setiap 5 detik ihwal alur hidup Anda yang mungkin saja tidak terlalu menarik.

10. Jangan spam

Jika orang ingin tahu ihwal update urusan ekonomi Anda, mereka lebih menyukai halaman urusan ekonomi utama yang Anda kelola. Jangan lakukan spam kalau ingin menarik konsumen dari jejaring sosial.

Tampilkan menu pilihan yang jadi andalan Anda. Berikan deskripsi yang terang biar produk yang Anda tawarkan benar-benar mampu di cerna oleh calon konsumen.

Penutup


Jejaring sosial ialah sarana modern untuk menjaring koneksi baru. Meski Anda memiliki ‘the power of share’, namun bukan jaminan sahabat atau kolega Anda bakal tertarik.

Anda harus ingat, setidaknya ada 10 larangan tak tertulis di media umum yang tak boleh Anda langgar.

Untuk itu, selalu pertimbangkan “apakah yang Anda bagikan layak untuk mereka?"


Semoga bermanfaat. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.