Latest News

Qualcomm Siap Melawan Apple di Pengadilan

Belakangan, Apple telah menuntut Qualcomm di Amerika Serikat dan Tiongkok dan membantu Komisi Dagang Federal (FTC) dan Komisi Dagang Adil Korea (KFTC) untuk menuntut Qualcomm.

Keempat tuntutan ini mempunyai inti yang sama, ialah model bisnis Qualcomm yang mengubah royalti lisensi paten menurut harga smartphone yang dijual.


Para analis memperkirakan, Qualcomm sanggup menuntut sekitar 5-10 kali lipat lebih mahal dari pemegang paten lain, menyerupai Nokia dan Ericsson. CEO Qualcomm, Steve Mollenkopf membela perusahaan yang dipimpinnya terkait model bisnis Qualcomm.

Menurut Fortune, Mollenkopf dan direktur Qualcomm lainnya menjelaskan perihal pertarungan aturan dengan Apple ketika mengumumkan laporan keuangan. Mereka menjelaskan, Qualcomm mempunyai kesempatan untuk balik menuntut Apple sebab pelanggaran paten.

Pada dasarnya, direktur Qualcomm menyebutkan bahwa mereka sanggup menuntut Apple sebab nilai paten mereka jauh lebih mahal.

"Teknologi kami memungkinkan ekonomi mobile dan menjadi pondasi untuk banyak sekali model bisnis dan perusahaan aplikasi menyerupai Uber, Snapchat, Instagram, dan aplikasi messaging menyerupai WhatsApp dan iMessage, layanan streaming seperti Spotify dan ajun virtual menyerupai Siri dan Google Assistant dan lain-lain," ujar President Qualcomm, Derek Aberle.

Dia juga membantah bahwa Qualcomm telah melarang Apple memakai prosesor buatan pesaingnya pada iPhone. Namun, para investor sepertinya tidak sanggup diyakinkan sepenuhnya sebab saham Qualcomm turun 16 persen semenjak Apple memasukkan dokumen tuntutannya pada hari Jumat ahad lalu.

Sumber: metronewstv