Latest News

Inilah 8 Skill yang Wajib Dimiliki Penulis Online

Media online kini jadi kawasan bermain favorit buat para penulis. Tanpa disadari, telah terjadi ekspansi global dari konvensional ke masa digital dalam dunia copywriting.

Pergeseran ini dipicu dari makin banyaknya orang mencari sumber informasi melalui online. Dengan pertimbangan fasilitas dalam hal akses, fenomena ini membuat media informasi lainnya seperti, koran, majalah, ataupun tabloid makin jauh tertinggal.

Efeknya? Penulis web ataupun blog tumbuh tak terkendali. Algoritma Google juga hingga kewalahan menghadapi situasi ini. Iya kan? (udah iyain aja)

Namun, ngga semua penulis web diciptakan sama. Coba aja lakukan tur singkat ke beberapa blog yang ada di internet. Anda akan jumpai ribuan penulis web dengan karakter goresan pena yang berbeda-beda.

Mana yang pure writer, mana yang pemula, makin sulit dibedakan.

Lalu, apa sih kriteria penulis web yang jempolan? Terlalu banyak opini untuk menjawab pertanyaan ini. Saya pun tidak berani melempar opini secara akurat (takut kena sensor).

Yang penting, sebagai penulis online Anda wajib mengemas diri dengan ketrampilan yang diharapkan untuk dapat membangun brand online Anda.

Kalo boleh jujur, jadi penulis tidaklah sulit. Selama Anda mau membaca dengan cermat “8 skil yang wajib dimiliki oleh penulis online” di bawah ini.

Masih mau baca? Ya udah, scroll ke bawah by slowly, okay?

Skill yang Wajib Dimiliki Penulis Online

8 Skill Wajib Penulis Online


Jadilah lebih dari sekedar seorang penulis. Itulah kuncinya. Artinya, seseorang yang mengerti perbedaan mendasar dari menulis untuk web, dan bisa mengakibatkan itu sebagai branding online.

Untuk itu, inilah 8 keterampilan yang harus Anda punyai.

1. Menguasai teknik menulis


Sebenarnya ini ngga perlu diomongin lagi. Yang namanya penulis pastinya harus bisa menulis.

Menulis itu mudah kok. Semua orang bisa jadi penulis (kecuali yang buta huruf). Tapi tetap saja – semua ada tekniknya. Nggak sekedar corat-coret ‘sak senenge pusere dhewek’.

Setiap goresan pena tentu butuh pembaca. Makanya sebagai penulis web, Anda perlu teknik copywriting.

Ada begitu banyak penulis sukses di luar sana yang memproduksi konten berkualitas sangat tinggi dengan teknik copywriting.

Itu artinya sebuah artikel tidak hanya sekedar jejeran kalimat. Harus ada ritme, intonasi, klimaks dan anti klimaks sehingga bisa menghasilkan feedback dari target audiens Anda.

Jon Morrow yaitu salah satu orang yang mempopulerkan teknik ini. Dia bisa merevolusi blog dengan konten yang singkat, mudah dicerna, dengan setiap paragraf unik yang memancing ketertarikan pembaca.

Intinya, penulis online perlu ilmu copywriting untuk diterapkan dalam lingkup praktik terbaik disetiap penulisan.

2. Jago mendongeng


Menulis itu menyerupai mendongeng. Ada yang mahir mendongeng lewat dongeng yang memukau, ada juga pendongeng yang justru bikin orang ngantuk.

Dalam menulis, formula rahasianya terletak pada caranya bercerita (telling story). Seorang penulis web wajib punya ketrampilan ini untuk diterapkan dalam setiap konten mereka.

Karena secara ngga sadar, menulis untuk web terkadang dapat menghapus unsur insan dari konten. Jadi, selalu peringatkan diri Anda – “Saya menulis untuk manusia.

Anda harus bisa membuat dongeng yang enak dibaca. Lewat isi dongeng yang menarik, Anda bisa membangun interaksi dengan pembaca.

Biasakan membaca draft goresan pena Anda berulang-ulang dengan bunyi keras. Lewat cara ini Anda bisa menunjukkan nuansa yang lebih baik dari setiap alur kata yang diucapkan. Selain itu, kesalahan ejaan dan ritme kalimat bisa diminimalisir.

3. Menguasai dunia Social Media


Di dunia internet marketing, sebagai pemasar seringkali kita terlalu mengkategorikan diri sendiri.

"si A yang mahir media sosial, saya ngurusin problem SEO." Atau, "Saya hanya copywriter blog, ia yang mengurus bab promosi."

Seolah-olah ada pembatasan peran sesuai skil masing-masing.

Perlu diingat - pemasaran yaitu suatu perjuangan holistik yang akan menuai hasil terbaik ketika semua tim bermain secara bersama.

Sebagai penulis web, Anda pun harus menguasai seluk beluk media umum supaya bisa memahami audiens Anda lebih baik sebagai bekal persiapan ke tahap promosi.

Lewat social media, Anda punya susukan yang luas. Bisa ke pelanggan lama, baru, atau ke calon pelanggan yang potensial.

Media sosial bisa juga sebagai jendela berilmu untuk melongok ke demografi yang Anda targetkan, yang pada gilirannya menjadi kawasan untuk sharing goresan pena Anda.

Jangan Anda abaikan fungsi social media, meskipun itu bukan bidang yang Anda minati. Saatnya Anda pelajari seluk-beluknya.

4. Lihai menyelipkan lelucon


Konten blog yang indah tidak mesti berisi kalimat yang intelek dan ilmiah. Itu bukan satu-satunya cara untuk menghadirkan sesuatu yang istimewa.

Humor masih mujarab sebagai mata kail bagi penulis untuk memancing pembaca dan menyulap informasi penting jadi lebih menarik.

Meskipun berisi ‘daging’, artikel panjang tanpa diselingi humor bisa membuat pembaca Anda jenuh dan capek.

Cerdaslah dalam mengemas konten. Taruh sejumput humor di situ. Referensi ilmiah di sana. Kalo perlu pasang gambar berformat gif sebagai bumbunya.

Ingin goresan pena Anda disukai pembaca? Sisipkan banyolan disetiap rangkaian kalimat Anda.

Bisa bikin mereka tersenyum ketika membaca artikel Anda, itu saja udah lebih dari cukup. Jangan bikin mereka tambah stres.

Baca juga beberapa artikel pendukung di bawah ini :

5. Tahu kapan saatnya menulis


Masih banyak beredar mentalitas kuno di luar sana yang berpikir kuantitas setara dengan kualitas. Asumsi mereka, update rutin dianggap sebagai nutrisi segar untuk SEO.

Secara teori itu memang benar. Menerbitkan artikel secara intens, bisa berdampak nyata bagi blog Anda. Tapi kalau konten nya dangkal dan tidak bermutu, dampaknya malah tidak akan signifikan.

Produktivitas yang agresif, bukan jaminan karir Anda sebagai penulis online bisa sukses. Konten yang melimpah bukan jembatan untuk jadi juara. Di internet, orang mencari kualitas bukan kuantitas. Ingat, KUALITAS mengalahkan KUANTITAS.

Apa maknanya? Jika ingin jadi penulis web, luangkan waktu Anda untuk riset. Cari apa yang paling orang butuhkan. Kumpulkan materi datanya. Lalu kemas menjadi sebuah artikel.

Anggaplah menulis sebagai hobi untuk kesenangan. Bukan kegiatan kejar setoran. Persiapkan semua dengan matang. Jangan mempublikasi goresan pena asal jadi.

Pegang prinsip ini :
“lebih baik menerbitkan 1 artikel tapi dibaca ribuan orang, daripada puluhan artikel hanya jadi sampah dunia maya.”

Itu…. (kata pa’ Mario Teguh)

6. Tahu Dasar-dasar SEO


Kata kunci yang berfokus SEO selalu jadi target utama. Ini masih dianggap sebagai senjata pusaka bagi para penulis web modern.

Mengetahui bagaimana memilih kata kunci, menerapkan judul yang tepat, penandaan alt+tag gambar dengan benar, dan meta deskripsi super killer - semua berfungsi untuk memberi sedikit dorongan ekstra terhadap postingan Anda ketika berjibaku mencari peringkat di search engine Google.

Masalahnya yaitu ketika orang terlalu fokus pada aspek SEO, mereka terkadang justru melupakan pakem menulis yang sebenarnya.

Sebagai penulis web, Anda harus memiliki pemahaman mendasar wacana SEO sehingga dapat menerapkan praktik terbaik dalam tulisan, tanpa mengorbankan kualitas yang sebenarnya.

7. Bisa memahami pembaca


Untuk siapa Anda menulis? Jangan bilang "untuk semua orang mas…"

Jika itu balasan Anda, mendingan saya tidur.

Kalo boleh saya bertanya, apa Anda yakin setiap orang bakal membaca artikel Anda?

Langkah awal untuk menulis web yang baik yaitu mengetahui persis untuk siapa Anda menulis, dan mengapa. Disinilah perlunya skil untuk memahami demografi audiens Anda.

Ahli programmer mungkin tidak akan tertarik dengan gossip artis. Seperti juga pecinta otomotif yang kurang berminat wacana ulasan sepakbola.

Seperti yang sudah saya sebut di atas, media social bisa menjadi alat yang tepat untuk menganalisa target pemirsa Anda. Pilih jenis konten yang bisa beresonansi dengan mereka.

Selain itu, skill pemahaman Google Analytic juga perlu Anda kuasai untuk bisa menyelam lebih jauh ke demografi orang yang berinteraksi dengan website Anda.

8. Berpikir konsisten, inovatif, dan terbuka


Saat menulis artikel ini, saya tidak merasa kuatir andaikan ada selusin artikel yang lebih dulu terbit terkait cara menulis untuk web.

Saya sadar, informasi yang tersedia secara online tumbuh secara fluktuatif dan spontan. Perubahan itu bisa membuat seorang penulis web menjadi jenuh dan frustasi.

Penulis web harus selalu up to date dengan setiap perubahan yang terjadi. Jangan hingga goresan pena Anda dianggap kuno, ngga modis, terlalu kaku atau ketinggalan jaman.

Sangat penting untuk menyadari fluktuasi yang terjadi di dunia konten. Anda perlu beradaptasi. Jangan males untuk mencar ilmu dan praktek hal-hal yang baru.

Jangan bermental sok senior yang resisten terhadap perubahan. Penulis web professional akan selalu mengadopsi setiap perubahan yang positif. Memilah mana yang berkhasiat dan yang tidak untuk dipraktekkan.

Kesimpulan


Inti dari semua ini yaitu bahwa BANYAK yang dibutuhkan dari seorang penulis web kontemporer.

Yang paling utama dan terpenting, Anda cukup menulis dengan jelas, rapi, tanda baca yang sempurna, dan isi yang berkesan.

Lebih dari itu...? Perbanyak kurikulum blogging Anda.

Memang tak mudah, tapi bukan berarti ngga bisa tho?

Semoga bermanfaat. Akhir kata. SAY NO TO COPY PASTE. Wassalam.